Apa Itu Meningitis: Bagaimana Cara Menularnya Dan Mengenali Gejalanya
Meningitis Merupakan Infeksi Pada Lapisan Selaput Otak (Sumber: MHomeCare)

Kepergian dari penyanyi terkenal Indonesia Glenn Fredly yang secara mendadak mengejutkan semua orang. Diketahui bahwa penyanyi Glenn Fredly meninggal dunia akibat meningitis atau radang selaput otak pada Rabu (8/4/2020) petang. Lalu, apakah meningitis itu?

OTAK dan tulang belakang kita dilindungi oleh tiga lapis selaput otak yang terdiri dari duramater, arachnoidmater dan pia mater. Fungsi daripada lapisan otak ini adalah untuk melindungi jaringan saraf yang ada di dalam tubuh kita. Apabila terjadi infeksi atau inflamasi terhadap lapisan otak ini maka disebut dengan meningitis.

Meningitis dapat disebabkan oleh beberapa penyebab seperti bakteri, virus, jamur, parasit dan penyebab non-infeksius lainnya. Bakteri tersering yang menginfeksi lapisan otak pada neonatus (kurang dari 28 hari) adalah Streptococcus grup B, Streptococcus pneumoniae, Listeria monocytogenes dan Escherichia coli sedangkan untuk orang dewasa bakteri yang tersering adalah Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis dan Streptococcus grup B.

Bagaimana seseorang bisa mendapatkan meningitis? Meningitis yang disebabkan oleh infeksi biasa ditularkan melalui droplet (saat batuk, bersin atau berbicara dengan satu sama lain dalam jarak yang dekat). Infeksi juga dapat ditularkan melalui makanan walau jarang (Listeria monocytogenes dan Escherichia coli). Seseorang juga dapat mendapatkan meningitis apabila orang tersebut sudah ada infeksi di dalam tubuhnya yang menyebar ke dalam otak seperti infeksi telinga tengah kronis.

Terdapat beberapa faktor resiko untuk seseorang lebih mudah mengidap meningitis seperti usia (bayi lebih rentan untuk terkena meningitis bakterial), kondisi imunokompromais (seperti pengunaan steroid jangka lama atau kanker), bepergian ke negeri yang beresiko lebih besar untuk terkena Neisseria meningitidis seperti Afrika di bagian sub-Saraha atau Mekah.

Gejala yang ditampilkan pada orang yang mengidap meningitis adalah kombinasi sakit kepala (87 persen), kaku kuduk atau leher yang tidak dapat difleksikan (83%), demam (77 persen), dan gangguan status mental (69%). Sakit kepala yang dikeluhkan biasanya bersifat berdenyut, mengenai kedua sisi kepala terutama di bagian belakang kepala dan leher dan diperparah dengan mengedan, duduk tegak atau menggelengkan kepala. Tingkat keparahan sakit kepala biasanya bertambah parah dalam hitungan jam ke hari dan jarang secara mendadak. Gejala lain yang dapat timbul adalah mual, muntah dan mata lebih sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Biasanya gejala akan muncul 3-7 hari setelah paparan terhadap penyebab.

Untuk mendiagnosis meningitis, dokter Anda dapat memeriksakan beberapa parameter laboratorium seperti darah atau cairan otak yang diambil dengan cara menusukkan jarum ke tulang belakang Anda (lumbal pungsi). Cairan otak dari lumbal pungsi ini dapat membantu dokter untuk menentukan penyebab dari meningitis. Dokter Anda juga dapat memeriksakan pemeriksaan pencitraan otak berupa CT-scan atau MRI untuk mengeksklusi penyebab lain.

Pengobatan tergantung dari penyebabnya. Apabila disebabkan oleh bakteri maka akan diberikan antibiotik serta steroid dalam jangka pendek. Apabila disebabkan oleh virus, dokter Anda dapat mempertimbangkan pengobatan dengan anti-viral.

Terdapat cara untuk mencegah terjadinya meningitis secara bakteri yaitu dengan cara vaksinasi. Vaksinasi yang dapat diberikan adalah:

· Vaksin meningokokus untuk memproteksi terhadap Neisseria meningitidis

· Vaksin pneumokokus untuk memproteksi terhadap Streptococcus pneumoniae

· Vaksin Hib untuk memproteksi terhadap Hib

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel


0 Komentar