Apakah Disinfektan Biasa Sudah Cukup Ampuh Bunuh Virus Corona?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Petugas PMI menyemprotkan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Apakah Disinfektan Biasa Sudah Cukup Ampuh Bunuh Virus Corona?

Health | Jakarta

Minggu, 29 Maret 2020 12:23 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Penyemprotan disinfektan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan sejumlah pihak di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 di dunia, termasuk Indonesia.

Penyemprotan dilakukan sebagai upaya untuk membasmi dan mencegah penyebaran virus corona di lingkungan sekitar, terutama di wilayah yang telah terpapar virus asal Kota Wuhan, China, tersebut.

Namun, apakah disinfektan biasa sudah cukup ampuh membunuh virus?

Guru Besar Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Wega Trisunaryanti mengatakan, hingga kini belum ada riset yang menyebutkan disinfektan biasa yang disemprotkan pada lingkungan sekitar ampuh dalam membunuh virus corona atau Covid-19.

Untuk membuktikan mati atau tidaknya virus oleh disinfektan itu, kata dia, masih membutuhkan riset yang mendalam.

"Untuk itu butuh riset yang seksama juga untuk memastikan virus ini mati atau tidak," kata Wega dilansir dari Antara, Minggu (29/3/2020).

Wega mengakui, disinfektan biasa memang sudah cukup ampuh untuk membunuh bakteri baik dan bakteri jahat. Namun, disinfektan yang digunakan itu harus mengandung alkohol 70 persen.

Dia menjelaskan, bakteri dan virus memiliki perbedaan ukuran. Menurutnya, bakteri memiliki ukuran yang jauh lebih besar dan dapat dilihat dengan mikroskop cahaya.

Adapun untuk virus biasanya ukurannya lebih kecil dan membutuhkan mikroskop elektron untuk melihatnya.

Untuk membunuh virus Covid-19, kata Wega, sebenarnya bisa dengan disinfektan yang mengandung alkoholnya lebih tinggi maupun penyanitasi tangan yang sesuai standar WHO dan BPOM.

"Teman saya mempublikasi jurnal di jurnal internasional, tapi bukan yang bereputasi internasional. Dia mengatakan Covid-19 bisa mati dengan campuran alkohol sekitar 80 persen, 1,33 persen hidrogen peroksida, dan air," ujarnya.

"Itu kandungan yang terdapat pada disinfektan atau penyanitasi tangan sesuai standar BPOM dan WHO. Disinyalir bisa mati dengan campuran alkohol dan hidrogen peroksida," lanjut dia.

Blunder Jubir Corona Menuai Kecaman Warganet

Wega menambahkan, penelitian mengenai Covid-19, terutama di jurnal internasional bereputasi belum terlalu banyak. Hal itu karena Covid-19 merupakan pandemi baru di dunia.

Wega menyarankan, penyemprotan disinfektan dilakukan dengan tidak berlebihan. Pasalnya, menurut dia, hal itu bisa membunuh bakteri baik di alam.


0 Komentar