Apakah Semua Nyeri Karena Gigi Geraham Harus Dicabut?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Nyeri Gigi Geraham Merupakan Momok Bagi Penderita (Sumber: IDN Times)

-

AA

+

Apakah Semua Nyeri Karena Gigi Geraham Harus Dicabut?

Neuron | Jakarta

Rabu, 22 April 2020 12:03 WIB


Anda pasti pernah mendengar mengenai gigi geraham atau sering disebut dengan gigi bungsu ini. Anda juga pasti pernah mendengar horrornya gigi ini harus dicabut dan tidak ada cara lain. Apakah semua nyeri akibat gigi geraham bungsu harus dicabut?

Gigi geraham atau molar ketiga (M3) dalam bahasa medis atau disebut juga gigi bungsu karena gigi ini merupakan gigi paling terakhir untuk muncul. Gigi ini biasanya muncul pada usia remaja yaitu 17 hingga 25 tahun. Hampir semua orang memiliki gigi geraham ini namun banyak juga yang tidak memiliki gigi geraham sama sekali atau tidak memiliki keempat-empatnya. Dalam sebuah penelitian, 8% dari populasi dewasa di Britania Raya tidak memiliki M3.

Gigi geraham sebenarnya bukan menjadi sebuah masalah apabila pada saat keluar dari gusi atau disebut juga dengan erupsi gigi, gigi geraham dapat mengasumsi posisi yang baik sehingga tidak menimbulkan gejala serta kebersihan mulut tetap dapat terjaga. Namun, apabila erupsi gigi geraham terjadi pada fusisi yang non-fungsional maka akan menimbulkan gejala dan perlu dicabut. Hal ini disebut dengan impaksi gigi geraham dan ini yang menjadi momok bagi hampir semua orang. Delapan puluh persen dari M3 membutuhkan ekstraksi sebelum usia 70 tahun.

Apa penyebab dari impaksi gigi geraham ini? Gigi geraham akan terimpaksi apabila tidak ada cukup ruang pada rahang untuk gigi geraham erupsi. Karena gigi geraham ini merupakan gigi terakhir untuk erupsi, seringkali tidak ada cukup ruang untuk gigi geraham erupsi dan terjadilah impaksi. Beberapa faktor genetik mempengaruhi prevalensi dari impaksi gigi geraham seperti genetik yang mengatur ukuran gigi dan potensi erupsi dari gigi tersebut.

Kapan gigi geraham akan menimbulkan gejala? Bila impaksi gigi geraham tanpa komunikasi (jalur) ke mulut yang tidak memiliki kelainan yang diasosiasikan dengan mulut maka kemungkinan untuk mengalami gejala hanya sekecil 12%. Namun, apabila impaksi memiliki hubungan ke mulut, maka makanan dan bakteri dapat masuk ke ruang sekitar gigi dan menimbulkan gejala seperti nyeri di rahang atas atau bawah, pembengkakan atau perdarahan di sekitar impaksi gigi geraham. Jaringan di sekitar gigi geraham dapat mengalami inflamasi dan keadaan ini dinamakan perikoronitis. Namun, banyak juga yang mengalami impaksi tapi tidak bergejala sama sekali (asimptomatik).

Diagnosis dapat ditegakkan secara klinis apabila impaksi gigi geraham terlihat secara jelas untuk menentukan angulasi dan kedalaman. Namun, seringkali bantuan pencitraan diperlukan seperti foto panoramik atau pengunaan pemindaian computed tomography (CT).

Para Pejuang Work from Home: Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata Anda?

Dokter gigi Anda akan menentukan apakah perlu dicabut atau tidak impaksi gigi geraham Anda. Bila diperlukan, biasanya Anda akan dirujuk ke Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial untuk diperiksa lebih lanjut. Prinsipnya adalah apabila gigi geraham Anda impaksi dan menganggu higienitas mulut Anda, maka sangat disarankan untuk dilakukan pencabutan gigi geraham. Apabila gigi geraham Anda tumbuh dengan posisi yang baik, tidak menimbulkan nyeri serta tidak diasosiasikan dengan penyakit gusi maka pencabutan tidak perlu dilakukan walaupun kondisi ini sangat bervariasi tergantung dari pendapat Ahli Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial.

Terdapat beberapa komplikasi setelah pencabutan gigi geraham berupa nyeri (hampir pasti selalu terjadi), soket kering, abses dan infeksi bakteri. Namun, penanganan yang baik akan mengurangi resiko infeksi ini.

Diskusikanlah dengan dokter gigi Anda penanganan yang terbaik untuk gigi geraham Anda. Pastikan kebersihan mulut selalu dijaga dan rutin mengunjungi dokter gigi Anda setiap 6 bulan.



Penulis : Gilbert Sterling OctaviusInstagram : @NeuronChannel; @gilbertsterlingYoutube : Neuron Channel


0 Komentar