Ari Askhara Dicopot Erick, Ini Sosok Plt Dirut Garuda!
Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Pinterpoin)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memutuskan mencopot Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, karena diduga terlibat kasus penyelundupan suku cadang motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal didapuk jadi pelaksana tugas (Plt) Dirut.

"Pelaksana tugas Dirut adalah Direktur Keuangan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Menurut Budi, persoalan pengawasan keselamatan penerbangan tidak masalah, karena ditangani oleh Direktur Operasi dan Direktur Teknik.

"Kalau safety adalah domain Direktur Operasi dan Direktur Maintenance. Jadi, sudah sesuai dengan kualifikasi, tentu keamanan tidak bermasalah," tuturnya.

Pencopotan Ari sebelumnya disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir menyusul kasus motor Harley dan Sepeda Brompton yang diduga diselundupkan melalui pesawat baru milik Garuda jenis Airbus A330-900 seri Neo.

Erick mengatakan bahwa proses pemberhentian akan ada prosedurnya lagi, mengingat Garuda merupakan perusahaan publik. Erick memastikan sparepart motor Harley Davidson dalam pesawat Garuda yang diduga kuat ilegal adalah milik Ari.

Berdasarkan keterangan dalam situs remi Garuda Indonesia, Fuad Rizal merupakan direktur termuda dalam jajaran direksi Garuda saat ini.

Pria kelahiran Jakarta, 2 Januari 1978 ini, merupakan sarjana jurusan teknik industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sebelum menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad menempati posisi sebagai Vice President of Treasury Management di maskapai pelat merah tersebut.

Posisi terakhirnya sebelum bergabung dengan Garuda yaitu Associate Director di Standard Chartered Indonesia.

Bila menyelisik lebih jauh sebelum malang-melintang di maskapai pelat merah itu, Fuad pernah menduduki jabatan AVP di PT Bank Cimb Niaga (Persero) Tbk sejak 2007 hingga 2010.

Kemudian, Fuad juga pernah menjadi Direktur Asosiasi di ANZ hingga 2011. Kariernya sebagai Direktur Asosiasi tidak berhenti sampai di situ. Fuad kembali menduduki jabatan yang sama di Bank Standard Chartered hingga 2015.


0 Komentar