AS Sebut Jatuhnya Pesawat Ukraina Kemungkinan karena Rudal Iran
Ilustrasi pesawat Ukraine International. (FOTO: Ukraine International)

WASHINGTON, HALUAN.CO - Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) menduga, kemungkinan besar jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik Maskapai Internasional Ukraina karena tertembak oleh pertahanan udara Iran. 

Presiden AS, Donald Trump, juga tidak percaya bila kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpang itu disebabkan masalah mekanis.

"Kejadian yang tragis. Tapi seseorang di pihak lain kemungkinan berbuat kesalahan," kata Trump seperti dilansir dari Reuters melalui Antara, Kamis (9/1/2020).

Salah satu pejabat AS dengan mengutip kajian mendalam dari data satelit, mengatakan, pemerintah telah menyimpulkan secara meyakinkan bahwa rudal-rudal antipesawat telah menyebabkan pesawat itu jatuh.

Pesawat yang membawa penumpang sebanyak 167 dan sembilan kru itu jatuh pada hari yang sama ketika Iran melancarkan serangan peluru kendali balistik ke arah pasukan AS di Irak.

Sebelumnya, kata pejabat itu, pesawat tersebut terdeteksi pada radar Iran dan sedang terbang di udara selama dua menit setelah lepas landas dari Teheran ketika penunjuk suhu panas dari rudal darat ke udara terdeteksi, kata salah satu pejabat.

Tanda-tanda itu tak lama kemudian diikuti dengan ledakan di sekitar pesawat, kata pejabat tersebut. Data suhu panas kemudian menunjukkan bahwa pesawat yang sedang terbang menuju Kiev itu terbakar ketika jatuh.

Kecelakaan terjadi pada Rabu (8/1/2020) dini hari, yaitu beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap pasukan pimpinan AS di Irak.

Sementara itu, Kepala badan penerbangan sipil Iran membantah laporan tersebut.

"Secara ilmiah, tidak mungkin rudal menghantam pesawat Ukraina itu, rumor seperti itu tidak logis," demikian dilaporkan Kantor Berita ISNA, yang mengutip Kepala Badan Penerbangan Sipil Ali Abedzadeh.

Pesawat Ukraina Jatuh di Iran, Semua Penumpang Tewas

Dua pejabat AS di Washington mengatakan, mereka yakin bahwa penembakan jatuh pesawat itu merupakan aksi yang tidak disengaja.

Ukraina sendiri telah menyebutkan empat kemungkinan penyebab kecelakaan tersebut, termasuk tembakan rudal dan terorisme. Kiev mengatakan para penyelidik ingin melakukan pencarian di lokasi kejatuhan pesawat untuk kemungkinan mendapatkan serpihan rudal buatan Rusia yang digunakan oleh militer Iran.