Awas Turun Mesin, Begini Penanganan Motor Terendam Banjir
Ilustrasi motor terendam banjir. (Foto: Tempo)

BOGOR, HALUAN.CO - Musim penghujan beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Warga banyak yang pusing bila air ternyata sudah menggenangi kendaraan mereka.

Bagaimana cara penanganan kendaraan terendam banjir, khususnya motor?

Pemilik bengkel Kevin Berkah di kawasan Cibubur Bogor, Eko Sujatmiko mengatakan, sebetulnya motor terendam banjir tidak memerlukan servis besar, asal pemilik tak nekat menghidupkannya.

"Cukup dibawa ke bengkel terdekat kemudian kuras oli mesin, bersihkan busi, dan pastikan tidak ada kabel konslet," kata Eko seperti dilansir Antara, Rabu (18/12/2019).

Meski tidak perlu servis besar sampai turun mesin, Miko mengatakan ada beberapa komponen yang perlu diganti karena sudah mengandung air.

"Sudah terlanjur kena air. Ganti semua jenis oli yang ada di motor, ganti filter udara, ganti busi. Jangan sepele sama kabel-kabel yang kena air, kalau dibiarkan bisa konslet," kata dia.

Miko mengatakan biaya servis motor terkena banjir tidak mahal, asalkan pengendara tidak nekat menghidupkan motornya setelah terendam banjir.

"Ongkos jasa dan biaya komponen yang diganti," katanya, menambahkan bahwa rata-rata biaya Rp75 ribu sampai Rp150 ribu di bengkel biasa.

Sementara itu, Mangapul Hasiholan dari bengkel Cepat Jaya di Cileungsi Bogor mengatakan, ada hal berbeda jika yang terendam adalah sepeda motor berjenis matic atau skuter otomatis (skutik).

"Ada bagian yang menjadi perhatian, yakni CVT," kata pria yang biasa dipanggil Olan itu.

Menurut dia, di dalam CVT terdapat sejumlah komponen yang akan terganggu kinerjanya apabila terendam banjir. Karena itu, penanganannya harus dibongkar dan disemprot tekanan udara.

"Di situ ada van belt ada roller yang harus dibersihkan. Oli CVT pasti harus diganti," kata dia.

Selain CVT, komponen yang diperiksa pada motor matic relatif sama dengan sepeda motor tipe biasa, yakni busi, filter udara, ganti oli mesin, karburator atau injector dan sistem kelistrikan.

"Tidak sampai servis besar, tapi cukup banyak yang diperiksa," tutup Olan.