Babak Belur Dihantam Corona, 85 Persen Hotel di Bali Tutup

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kolam renang di jungle vila, Bali. (Foto: Shutterstock)

-

AA

+

Babak Belur Dihantam Corona, 85 Persen Hotel di Bali Tutup

Ekonomi | Jakarta

Sabtu, 04 April 2020 18:55 WIB


DENPASAR, HALUAN.CO - Dunia pariwisata di Bali terpukul akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda belahan dunia. Imbasnya, wisatawan mancanegara berkurang berkunjung dan menginap di kamar-kamar hotel di Bali.  

Mengapa Ini Penting: Data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, hampir 85 persen hotel menghentikan operasionalnya alias ditutup akibat penyebaran corona masih berlangsung.

Konteks:

  • Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kunjungan wisman ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk bulan Februari 2020 berjumlah 885.067 kunjungan atau mengalami penurunan sebesar -28,85 persen dibandingkan bulan Februari 2019 yang berjumlah 1.243.996 kunjungan.
  • Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Bali mencatat selama Februari 2020, warga China yang ke Bali jumlahnya 4.820 orang. Meski bukan angka pasti, sekarang ini diperkirakan ada 5.000-an lebih warga China di Bali.
  • Jumlah hotel di Badung, Bali, yaitu 170 hotel bintang 4 dan 5. Kemudian 250 hotel bintang 2 dan 3, sisanya villa dan pondok wisata 350.

Apa Katanya: "Khusus sektor pariwisata PHRI Members, hampir 85 persen tutup operasi dengan cara variatif,” kata Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, Sabtu (4/4/2020).

Wings Group Siap Kucurkan 25 Miliar Rupiah untuk Penanggulangan Covid-19

Nasib Karyawan Hotel:

  • Hotel merumahkan para karyawan, kemudian hanya membayar gaji pokok. Ada juga karyawan yang dibayar 50 persen.
  • Ada hotel yang merumahkan karyawan tanpa upah, namun statusnya tetap karyawan dan ada yang melakukan PHK.

Insentif dari pemerintah:

  • Pemerintah melalui Kemenparekraf, sedang menyusun insentif bagi pegawai dan pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
  • Pemerintah turut menanggung PPh 21 bagi pegawai di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan penghasilan maksimal Rp 200 juta per tahun.

0 Komentar