Bagi-bagi Sembako di Jalanan, Jokowi Dinilai Tak Patuhi Imbauannya Sendiri
Presiden Jokowi bagi-bagi sembako saat wabah Corona. (Foto: Instagram/@jakarta.terkini)

JAKARTA, HALUAN.CO - Aksi pembagian paket sembako di jalanan kepada pengemudi ojek online (Ojol), diduga dilakukan Presiden Joko Widodo, menuai kritik dari publik. Karena, metode bagi-bagi sembako seperti itu justru membuat masyarakat berbondong-bondong datang.

Mengapa ini penting: Metode bagi-bagi sembako ala Jokowi itu anomali dengan imbauannya sendiri agar masyarakat menerapkan menjaga jarak dan sosial (social distancing), serta tetap di rumah (stay at home), jika tak ada keperluan penting.

Konteks:

  • Dalam rangka menekan penyebaran COVID-19, Kementerian Kesehatan menyetujui beberapa daerah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu DKI Jakarta, Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Tujuannya mencegah terjadinya perkumpulan orang dengan skala besar.
  • Maklumat Kapolri jelas menyatakan bahwa agar tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak.

Klarifikasi Istana: "Tidak ada kegiatan pembagian paket sembako oleh Presiden pada Sabtu malam di Bogor," kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan persnya, Minggu (12/4/2020).

Tanggapan partai: Presiden PKS Sohibul Iman menyebut aksi bantun ala Jokowi sebagai politik sangu atau uang jajang.

"Rakyat dipuaskan dengan 'sangu' langsung dari presiden yang nilainya tidak seberapa dibanding dengan yang seharusnya mereka terima dari negara," kritik Sohibul lewat akun twitternya @msi_sohibuliman.

Penambahan Kasus Tertinggi, Pasien Positif COVID-19 di Indonesia Capai 4.241 Kasus

Pandangan lain:

  • Sosiolog dari UI Imam Prasodjo, dilansir dari Tempo, Minggu (12/4/2020), menilai pembagian sembako ala Jokowi itu justru menimbulkan kerumunan massa, warga berdesakan, yang berpotensi memperluas penularan COVID-19.
  • Direktur eskutif LIMA Ray Rangkuti mempertanyakan tujuan Jokowi bagi-bagi sembako di jalanan.

"Tidak sesuai dengan anjuran presiden agar masyarakat menjaga jarak dan tidak perlu berada di luar rumah jika tidak ada hal yang amat sangat mendesak dan perlu. Saat yang sama juga kegiatan ini dapat mengundang resiko kepada presiden sendiri. Kita tidak tahu status para penerima, apakah sehat atau sedang mengalami sakit," kata Ray, Minggu (12/4/2020).


0 Komentar