Bahaya, Dana Kementan Dikorting untuk Anggaran COVID-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Pasukan Taruna Siaga Bencana Kemensos mengemas makanan untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19. (Foto: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Bahaya, Dana Kementan Dikorting untuk Anggaran COVID-19

Nasional | Jakarta

Selasa, 28 April 2020 23:12 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah seharusnya, selain mempertahankan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan juga tidak mengutak-atik anggaran Kementerian Pertanian. Tiga lembaga ini sangat vital di tengah pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia.

Mengapa ini penting: Pasokan makanan dan keberlangsungan ketahanan pangan nasional harus terus dipertahankan. Salah satunya dengan tidak memotong anggaran Kementan.

Konteks: Kementan mengumumkan rencana penghematan anggaran 2020 senilai Rp7 triliun. Anggaran yang sebelumnya dipatok Rp21,05 triliun dikorting menjadi Rp14,05 triliun. Alasan pemangkasan untuk mendukung penanganan COVID-19. Dalam rapat dengan Komisi IV DPR secara daring pemotongan yang sangat besar itu digugat Komisi Pertanian.

Apa katanya: "Saya prihatin dengan pemotongan cukup besar terhadap anggaran kementerian ini, yang kita tahu, sektor pangan ini penopang utama untuk ketersediaan pangan. Bila kita tidak berhasil saya khawatir masa COVID-19 ini akan panjang, ada keterlambatan penanganan ketimbang kecepatan penyebaran COVID-19," ujar Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Hermanto, Selasa (28/4), seperti dikutip dari kumparan.com.

Alasan penolakan: Pertama, sektor pangan ini penopang utama untuk ketersediaan pangan. Kedua, dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan. Ketiga, puncaknya akan terjadi krisis sosial di masyarakat.

Pendapat lain:

Menurut anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB, Luluk Nurhamidah, pemotongan sangat mengkhawatirkan karena dana yang diambil dari alokasi untuk pos-pos di Badan Ketahanan Pangan. Mulai dari pos ketersediaan dan pengentasan daerah rentan dan rawan pangan dan stunting, hingga anggaran stabilisasi harga dan cadangan pangan.

Anggota Komisi IV dari Fraksi Demokrat, Suhardi, mengingatkan agar ancaman krisis pangan ini tidak disepelekan. Sektor ini sama pentingnya dengan kesehatan yang jadi prioritas selama pandemi. "Dalam COVID-19 ini ada dua hal mendasar, pertama bagaimana mencegah, kedua adalah bagaimana ketersediaan pangan. Jangan sampai menjadi petaka, negara agraris kekurangan pangan karena masalah pangan tidak jadi prioritas," ujar Suhardi.


0 Komentar