Bamsoet Minta Erick Thohir Pidanakan Eks Dirut Garuda Ari Askhara
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (FOTO: bisnisjakarta.co.id)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat Garuda Indonesia dibawa ke ranah hukum.

Ia pun meminta kepada Erick agar memidanakan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara, atau Ari Askhara yang diduga terkait dengan penyelundupan barang-barang mewah tersebut.

"Saya minta kepada saudara Erick Thohir, di samping melakukan pemecatan juga memproses kasus ini ke meja hijau," kata Bamsoet dilansir dari Antara, Sabtu (7/12/2019).

Menurut politisi Partai Golkar itu, perilaku dan tindakan Ari Askhara tidak cukup hanya diselesaikan dengan pencopotan dari jabatannya. Karena, menurutnya, masyarakat juga ingin kasus tersebut tuntas secara hukum.

"Karena penyeludupan itu adalah pidana dan unsur itu tidak boleh dilepas," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Ari Askhara dari jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia terkait kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Tak hanya itu, Erick dan Dewan Komisaris Garuda Indonesia juga memberhentikan beberapa direksi yang diduga ikut terlibat dalam kasus penyelundupan tersebut.

Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), Sahala Lumban Gaol menyampaikan pemberhentian sementara hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk beberapa orang yang dinilai terkait secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelundupan tersebut.

Pemberhentian sementara tersebut akan diteguhkan dengan pemberhentian permanen oleh RUPSLB yang dijadwalkan sekitar Januari 2020. Garuda menyampaikan RUPSLB dilakukan 45 hari setelah pengajuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhitung mulai Senin (9/12/2019).

"Kami memutuskan memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat langsung maupun tidak langsung," katanya kepada wartawan di Kementerian BUMN usai pertemuan dengan Erick pada Sabtu (7/12/2019).


0 Komentar