Bandara Antarbangsa Minangkabau Siap Tampung 5,7 Juta Penumpang Setiap Tahun
Bandara Antarbangsa Minangkabau. (Foto: The Jakarta Post)

JAKARTA, HALUAN.CO - Manajemen PT Angkasa Pura II berencana meresmikan operasional terminal baru atau terminal ultimate Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Februari 2020. Perseroan mengklaim pengerjaan fisik saat ini sudah mencapai 60 persen.

Hal tersebut dibeberkan melalui akun instagram @KementerianBUMN pada Sabtu (7/12/2019).

Pada akun tersebut diberi caption, ada kabar baru nih dari Bandara Internasional Minangkabau. Bandara ini akan memiliki terminal baru yang siap dibuka dalam rangka soft operation pada Februari 2020. Hingga saat ini progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 60 persen.

Terminal ini dibangun persis di samping terminal eksisting dan nantinya akan terhubung guna menjamin kelancaran alur keberangkatan dan kedatangan penumpang pada rute domestik maupun internasional.

Dengan adanya terminal baru ini. Bandara Internasional Minangkabau akan memiliki kapasitas 5,7 juta penumpang setiap tahunnnya atau meningkat signinfikan dibandingkan dengan saat ini yang hanya 2,2 juta penumpang per tahun.

Masih pada caption akun @KementerianBUMN, di samping membangunan terminal baru, PT Angkasa Pura II juga telah menyelesaikan 100 persen pengembangan apron dengan perluasan menjadi 92.250 meter persegi sehingga memiliki 15 parking stand pesawat, dibandingkan dengan sebelumnya hanya 8 parking stand.

Parking stand ini dapat mengakomodir pesawat berbadan sedang (narrow body) seperti Boeing 737 dan Airbus 320, hingga pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Boeing 747, Boeing 777, serta Airbus A330.

Seperti ramai diberitakan, Presiden Direktur PT AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan pembangunan terminal ultimate itu untuk mengejar kapasitas bandara yang sudah over capasity.

"Nanti ditambah terminal baru, kapasitas BIM menjadi 5,7 juta penumpang, meningkat signifikan dibandingkan saat ini yang hanya berkapasitas 2,2 juta penumpang," kata Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin mengungkapkan terminal baru dan terminal eksisting akan terhubung, sehingga juga akan dilakukan desain ulang tata letak (layout) gedung terminal guna menjamin kelancaran alur keberangkatan dan kedatangan penumpang di rute domestik maupun internasional.

"Pada Februari 2020, terminal baru siap dibuka untuk soft operation, lalu pada September 2020 siap untuk ultimate operation. Terminal baru akan terhubung dengan terminal eksisting, dan tentunya juga dilakukan revitalisasi terhadap terminal eksisting," jelasnya.

Perseroan, imbuh Muhammad Awaluddin, juga berupaya untuk meningkatkan konektivitas rute internasional melalui bandara tersebut. Terutama, untuk rute – rute baru yang bisa digarap melalui BIM.

Adapun, pada semester I/2019, jumlah penumpang di rute internasional tercatat mencapai 166.209 orang atau meningkat 24,26 persen dibandingkan dengan semester II/2018. Penerbangan internasional haji dan umrah juga meningkat sejalan dengan penggunaan pesawat berbadan lebar (wide body) oleh maskapai.


Penulis: Milna Miana