Banjir Jakarta Makan Korban Jiwa, Tersengat Listrik dan Terseret Arus

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Petugas sedang mengevakuasi jenazah.M. ali.(Foto: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Banjir yang merendam wilayah DKI Jakarta di awal tahun baru, Rabu (1/1/2020) telah membawa duka, karena telah menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Haluan.co, yang menjadi korban jiwa itu adalah M.Ali (82), warga Cipinang Melayu.

Guru ngaji itu meninggal saat banjir menerjang kediamannya di kawasan Kelurahan Cipinang Melayu RT04/04, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020).

Evakuasi jasad korban bahkan dipimpin langsung oleh Direktur Sabhara Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ngajib yang tengah meninjau lokasi banjir di Cipinang Melayu.

Selain guru ngaji tersebut, diduga masih ada dua orang warga lain yang meninggal dunia dalam upaya evakuasi. Memang diketahui banjir di sana cukup tinggi yakni seleher orang dewasa.

"Korban banjir diantaranya sampai saat ini di Cipinang Melayu sudah ada 1 yang meninggal dunia dan diduga masih ada 2 orang yang meninggal dalam upaya evakuasi," Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu.

Tersengat Listrik

Sementara itu, seorang pelajar SMA bernama Arvico Alif Ardana (16) meninggal dunia akibat tersengat listrik di tengah banjir yang menerjang Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

korban ditemukan oleh warga setempat yang tengah berkeliling untuk memantau banjir yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pengurus RT setempat.

"Saksi atas nama Muksin (46) selaku ketua RT06 sedang kontrol wilayah, lalu saksi mendapat informasi dari warga bahwa ada korban tersetrum di TKP," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kemayoran yang langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi korban.

Petugas yang berhasil mengidentifikasi korban kemudian menghubungi keluarga korban. Keluarga korban kemudian datang untuk menjemput jenazah dan menolak untuk dilakukan visum terhadap jasad korban.

"Keluarga korban membuat surat pernyataan tidak divisum dan tidak menuntut secara hukum," katanya.

Terseret Arus

Dari kawasan Jakarta Barat dilaporlan bahwa ada warga Palmerah, Jakarta Barat berinisial Y (18) dinyatakan hilang setelah beberapa saat bersama temannya melewati Kali Inspeksi Grogol ketika hujan deras mengguyur Jakarta.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Palmerah Komisaris Polisi Ade Rosa. "Iya benar, Rabu pagi tadi ada yang tenggelam," kata Ade saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Barat Iptu Bachrun mengatakan korban bernama Y merupakan warga RT 10 RW 3 Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat.

"Pagi tadi pada saat air meluap dengan derasnya, menurut informasi warga bertiga ini berlomba antar teman. Mereka bertiga terlihat loncat, yang dua bisa menepi dan muncul kembali tapi yang satu tidak terlihat," kata Bachrun.

Bachrun mengatakan warga yang menyaksikan kecelakaan tersebut sempat ikut mencari Y yang menghilang. Namun korban tidak juga muncul ke permukaan air.

"Sampai sekarang korban belum muncul kembali," ujar Bachrun.

Saat ini kata Bachrun, beberapa anggota Brimob sudah yang datang ke lokasi kejadian, tepatnya di pinggir kali Jalan Kemanggisan Utama Raya.

Selain anggota kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan juga turut terjun mencari korban hilang di Kali Inspeksi Grogol.

"Sampai saat ini masih dalam pencarian data data lengkap menyusul dan saya akan menuju ke lokasi," kata Bachrun seperti dilansir Antara.


0 Komentar