Bantuan Masyarakat Terdampak Corona Dibanding-bandingkan, SBY 'Ngelus Dada'...

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Twitter/SBYudhoyono)

-

AA

+

Bantuan Masyarakat Terdampak Corona Dibanding-bandingkan, SBY 'Ngelus Dada'...

Nasional | Jakarta

Sabtu, 25 April 2020 20:09 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) mengaku prihatin masih ada yang membanding-bandingkan angka bantuan untuk masyarakat yang terdampak virus Corona (COVID-19) di Indonesia.

Mengapa ini penting: Bantuan negara kepada masyarakat terpapar COVID-19, sudah semestinya adil dan tepat sasaran, karena menggunakan uang rakat. Namun, bila bantuan itu dari orang yang mampu kepada masyarakat kekurangan, khususnya di bulan Ramadhan, tak perlu dibanding-bandingkan.

"Saya 'mengelus dada' jika di media sosial ada yang membanding-bandingkan bantuan yang satu dengan yang lain, selama itu sifatnya bantuan pribadi. Bukan bantuan negara yang menggunakan uang negara, yang tentunya harus adil dan tepat sasaran," kata SBY lewat Facebook yang dikutip Sabtu (25/4/2020).

Konteks:

• Lewat Perppu, Jokowi kucurkan anggaran Rp 405,1 triliun sebagai dana tameng menghadapi dampak COVID-19, dengan tiga prioritas yaitu, bidang kesehatan, perlindungan sosial dan ketiga stimulus bagi dunia usaha.

• Rincian dana yang dipotong, sebesar Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp 110 triliun untuk social safety net atau jaring pengaman sosial, Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR. Serta Rp 150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

Pesan SBY kepada pemerintah:

• Menghadapi keadaan ini, tentu semua berharap agar apa yang telah direncanakan pemerintah untuk membantu rakyat yang hidupnya sedang susah akibat COVID-19 ini betul-betul bisa diwujudkan. Dilaksanakan dengan tepat, tepat sasaran dan tepat waktu.

• Jika ternyata anggaran yang dipersiapkan untuk membantu rakyat kurang, pemerintah bisa memikirkan untuk menambahnya.

• Pemerintah memang memiliki keterbatasan, termasuk keterbatasan anggaran.

• Jangan ada yang beranggapan pemerintah punya uang dan anggaran yang melimpah ruah. Namun, urusan nyawa dan kehidupan rakyat yang asasi, termasuk kebutuhan untuk bisa makan dan minum, tentulah merupakan prioritas.

• Pemerintah pasti masih punya ruang untuk melaksanakan amanah yang mulia ini, membantu rakyatnya yang benar-benar susah, dengan kebijakan-kebijakan yang tepat.

• Pemerintah telah mengeluarkan dana dan anggaran yang besar untuk membantu rakyat yang sedang susah.

• SBY mendukung setiap kebijakan dan aturan pemerintah yang tujuannya untuk menyelamatkan rakyat dari ancaman serius COVID-19.

• Yang penting, para petugas pemerintah di lapangan, termasuk aparat keamanan, dengan sabar terus membimbing dan membantu rakyat dalam menjalankan aturan-aturan baru ini.

Perbanyak amal di bulan puasa:

• Di bulan suci Ramadhan ini, umat harus menambah dan meningkatkan amal kepada sesama.

• Banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa berbagi dan membantu mereka yang memerlukan.

• Alangkah mulianya jika kalangan masyarakat yang mampu, apalagi sangat mampu, juga mengulurkan bantuannya kepada kaum yang memerlukan. Bentuk bantuannya bisa macam-macam.

• Bantuan bisa dari 'nasi kotak' untuk berbuka puasa ataupun sembako yang bisa dibagikan kepada masyarakat.

• 'Nasi kotak' juga bisa dibagikan kepada para petugas medis di rumah-rumah sakit yang siang - malam merawat penderita Covid-19.

• Bantuan juga bisa diberikan dalam bentuk dana tunai (cash) yang bisa ditransfer kepada mereka yang sangat memerlukan.

• Bisa juga memberikan alat dan perlengkapan untuk mencegah infeksi COVID-19, seperti sabun dan air bersih, masker, sarung tangan, disinfektan dan lain-lain.

• Bagi pemilik perusahaan yang tak terelakkan harus memberhentikan karyawannya, kalau masih bisa lakukanlah setelah Ramadhan ini selesai.

• Bantuan-bantuan itu tentu sesuai dengan kemampuan dari masing-masing orang. Apapun bentuknya dan berapapun nilai dan harganya, ketika diberikan dengan ikhlas tanpa sikap riya, pahala Allah akan menyertainya.

• Yang menerima bantuan, pasti akan bersyukur tanpa menghitung besar-kecilnya bantuan itu.

• Dengan niat memuliakan bulan suci Ramadhan ini, pemerintah diharapkan juga sabar terhadap warga masyarakatnya.

• Mungkin saja ada saudara-saudara yang nampak frustasi bahkan marah terhadap aturan-aturan baru yang diberlakukan.

• Kesabaran pemerintah, juga merupakan ibadah dan sekaligus ujian dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.

• Insya Allah Ramadhan 1441 Hijriyah ini membawa hikmah dan kebaikan bagi semua.

SBY: Lockdown Dilakukan Jika Terpaksa!

Bahaya mengintai:

• Meskipun sudah menjalankan protokol corona yang ditetapkan oleh pemerintah, ancaman masih kita hadapi.

• Meskipun pula badan merasa sehat dan barangkali ada yang sudah melakukan "rapid test" atau "swab test" dan dinyatakan negatif, belum menjamin bahwa kita tidak akan kena infeksi dan terjangkit penyakit yang ganas ini.

• Seraya menjalankan ibadah puasa, umat diajak untuk tetap mematuhi dan menjalankan protokol corona.

• Saudara-saudara yang kehidupannya menjadi susah di musim corona ini, contohnya yang kehilangan pekerjaan sehari-harinya, janganlah cepat menyerah.

• Jika masih ada peluang dan jalan untuk mendapatkan penghasilan demi terjaganya kehidupan keluarga sehari-hari, ikhtiar perlu dilakukan.

• Banyak yang menderita bahkan sangat menderita saat ini, terutama yang tidak bisa lagi mencari nafkah sehari-harinya. Namun, tetaplah berikhtiar, berikhtiar di jalan Allah.


0 Komentar