Banyak yang Merindukan JK Saat Pandemi Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (Foto: kompasiana)

-

AA

+

Banyak yang Merindukan JK Saat Pandemi Corona

News | Jakarta

Senin, 20 April 2020 11:55 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Jusuf Kalla adalah aset bangsa Indonesia. Ada yang menyebut JK--demikian Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini kerap disapa, sosok yang ahli menyelesaikan masalah tanpa masalah, mirip tagline PT Pegadaian (Persero). Nah, di saat wabah corona baru (COVID-19) merebak kini mulai banyak yang merindukan sosok cekatan serta mangkus dan sangkil dalam berbicara.

Apa yang terjadi: Saat ini terlalu banyak elite politik dan penguasa yang banyak bicara tetapi tidak menyelesaikan masalah. Belum lagi pernyataan dan kebijakan malah membuat blunder dan membingungkan masyarakat. Contohnya, kebijakan antarkementerian dan Pemprov DKI yang dapat 'diveto' oleh seorang Luhut Binsar Pandjaitan yang merangkap menjadi Menteri Ad Interim Kementerian Perhubungan sehingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan sekitarnya tidak efektif.

Konteks: Kini di media sosial dan juga di media arus utama banyak masyarakat yang merindukan sosok JK. Spesialis 'Wakil Presiden' tetapi dalam setiap kebijakannya seperti Presiden. Permasalahan konflik mulai dari Aceh, Poso, Ambon hingga bencana alam dari tsunami Aceh dan bencana Palu serta pandemi Flu Burung dan SARS ditangani dengan komando yang cukup dingin tapi efektif.

Apa katanya: "Ini Januari sudah muncul beritanya dan isunya (COVID19), tapi kita baru serius kemarin pemerintah ambil langkah-langkah,” kata JK seperti dikutip Kumparan, Minggu (19/4/2020). “Ya namanya virus cepat sekali, pemerintah kalau saya nilai ini kurang cepat dan kurang tegas,” sambung JK.

Peran JK sebagai Ketua Umum PMI: Kendati di luar pemerintah bukan berarti ongkang-ongkang kaki di belakang meja. JK pun tetap mensuport pemerintah. Tim PMI, ia gerakkan untuk mengumpulkan spesimen darah pasien positif corona yang sudah sembuh dan mengirimkannya ke Lembaga Biomolekuler Eijkman. JK yakin tim peneliti di Eijkman dapat menemukan obatnya dalam dua bulan ini.


0 Komentar