Baru Selesai Dibangun, Jembatan di Merangin Sudah Retak-retak
Jembatan di Desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu, Merangin, Jambi (Foto:Haluanjambi.co/Budi Harto)

JAMBI, HALUAN.CO - Belum genap dua bulan selesai pembangunan Jembatan di Desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu, Merangin, Jambi sudah mengalami kerusakan.

Pembangunan yang menghabiskan anggaran Rp2 miliyar lebih itu terlihat pada tiang peyangga besi bagian atas pada sisi bangunan sudah retak-ratak dan patah.

Proyek itu diketahui dikerjakan oleh rekanan CV Merangin Jaya Mandiri. Terlihat, pada bagian yang sudah retak tak memiliki besi.

Bahkan, kejadian itu sudah dikhawatirkan oleh warga sekitar saat masa pengerjaan, karena berdasarkan pantauan mereka bangunan jembatan itu dikerjakan asal-asalan.

"Pada saat pekerjaan dulu sudah saya katakan jembatan ini tidak akan tahan lama, karena saya sering melihat tukangnya kerja hanya asal-asalan saja," Sebut warga yang tak ingin namanya ditulis.

Tokoh Masyarakat Desa Pulau Aro, H. Baidawi yang akrab di sapa dengan 'mbah dawi sangat menyayangkan sikap kontraktor yang mengerjakan jembatan tersebut, yang menurutnya tidak bekerja maksimal.

"Semenjak selesai di kerjakan jembatan tersebut, sampai saat ini belum pernah saya melewatinya, tapi dari informasi warga memang benar apa sudah mengalami kerusakan," jelasnya.

Mirisnya, menurut Baidawi Kontraktor selaku rekanan merupakan masih warga desa setempat, "Apa lagi kontraktornya masih warga desa sini, ya kerjakanlah yang terbaik," pintanya.

Terpisah Darman selaku pihak Konsultan PT.Arofta Consultantindo yang sempat di hubungi melalui telpon gengamnya, membenarkan kalau pekerjaan jembatan yang berada di Desa Pulau Aro, memang pihaknya selaku Konsultan.

"Iya memang kami selaku pihak konsultannya, dan semua permasalahannya sudah saya serahkan kepada bawahan saya," kata Darman.

Sementara Muzzadir, yang merupakan bawah Darman yang sempat di temui di ruang kerjanya juga mengiyakan sebagai konsultannya.

Ketua DPD Tinjau Titik Lokasi Tiang Pancang Jembatan Batam-Bintan

Menurut dia pagar tiang yang sempat viral naik di FB beberapa hari yang lalu seharusnya memakai besi.

"Iya, memang kami yang menjadi konsultanya, dan dalam perencanaannya tiang tersebut memakai besi, tapi mungkin dalam hal ini di lapangan dikarenakan sudah mepet waktu nya, maka itu tidak terpasang besinya," terang Muzzadir.

Hendra Ledi, Ketua Peduli Daerah Sendiri (Pedas) Merangin mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PPTK Dinas PUPR Merangin terkait rusaknya jembatan tersebut.

Menurut keterangannya, pihak PPTK mengatakan kalau tiang tersebut hanya dua tiang yang tidak diberi besi, kemudian yang rusak sudah di perbaiki.

Penulis: Budi Harto (Haluanjambi.co/Budi Harto)