Batanghari Meluap, Rendam Sejumlah Nagari di Dharmasraya
Rumah warga di Dharmasraya yang direndam banjir luapan sungai Batanghari. (Foto: HMG)

DHARMASRAYA, HALUAN.CO - Intensitas hujan yang tinggi sejak beberapa hari belakangan ini membuat sungai Batanghari meluap dan merendam sejumlah nagari di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (13/12/2019).

Luapnya air sungai Batanghari itu cukup mengkhawatirkan karena hampir mencapai lantai jembatan Sungai Dareh, di Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.

Jalan pun tak terlihat karena digenangi air luapan sungai Batangari yang berada di berbatasi Sumbar dan Jambi tersebut dan para pengendara memang harus ekstra hati-hati jika terpaksa melintasi jalur tersebut.

Banjir juga merendam sebagian daerah di Kecamatan Pulau Punjung, yakninya di Jorong Tabek, Nagari IV Koto Pulau Punjung, di Jorong Lubuk Bulang, Nagari Gunung Selasih dan di Jorong Ranah, Nagari Sungai Dareh.

Dalam peristiwa ini tidak ada mengalami korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat barang elektronik warga dan lainnya rusak akibat rumah mereka terendam air.

Salah seorang warga yang terkena banjir, Alga (27) saat ditemui di Jorong Tabek, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung mengatakan, air sungai Batanghari mulai naik sekitar pukul 10.00 WIB. Hujan yang deras sejak Kamis malam membuat debit air sungai Batanghari meningkat, bahkan telah merendam puluhan rumah warga.

"Kejadiannya tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi di sini juga menjadi viral setelah ada warga yang merekam. Kita masih menunggu air surut baru bisa beraktifitas kembali," ucapnya, dilansir Harianhaluan.com, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Padang.

Sementara, Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan membenarkan kejadian tersebut. Katanya, banjir mulai memasuki rumah warga sekitar jam 10.00 WIB dan warga telah memindahkan peralatan rumah ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari adanya banjir susulan.

"Kepada seluruh warga, saya imbau untuk saat ini tidak mendekati aliran sungai karena air yang deras akan sangat membahayakan," jelasnya.