Bea Cukai Sangatta Musnahkan Barang Ilegal Bernilai Puluhan Juta Rupiah Hasil Tegahan di Kutim
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sangatta memusnakan hasil penindakan di Kutim (Foto: Haluankaltim.com/Imran)

SANGATTA, HALUAN.CO - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sangatta memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) bernilai ratusan juta dari hasil penindakan atau tegahan di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Tercatat, ada sebanyak 89.580 batang hasil tembakau atau rokok dan 42 botol miras ilegal senilai Rp 41.736.000 yang dimusnahkan.

BMN hasil penindakan tersebut diperoleh dari penyisiran yang dilakukan di 11 kecamatan setempat, yakni Sangkulirang, Kaubun, Kaliorang, Busang, Rantau Pulung, Muara Wahau, Bengalon, Kongbeng, Sangatta Selatan, Batu Ampar dan Muara Bengkal.

“Ini adalah hasil penindakan Bea Cukai Sangatta selama kurun waktu Januari–September 2019,” kata Kepala KPPBC Sangatta Hari Murdianto di Halaman Kantornya, Selasa (10/12/2019).

Hari menyebut, saat ini ada tren menurunan terhadap hasil pelanggaran peredaran tembakau ilegal. Dari sekitar 750.000 batang pada tahun lalu, menjadi 89.580 batang pada tahun ini.

Catatan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan kepatuhan masyarakat Kutim terhadap peredaran barang ilegal.

“Kedepan diharapkan, sesuai dengan instruksi dan arahan Menteri Keuangan, kita bisa menekan tingkat peredaran hasil tembakau illegal, hingga 3 persen. Semoga salah satu upaya kami bisa menjadi penunjang juga untuk pencapaian target dimaksud, di dalam skala nasional,” tutupnya.

Sebelumnya, KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sangatta bersama Pemda Kutim lebih dulu melaksanakan deklarasi dan pencanangan pembangunan zona integritas sekaligus penandatanganan fakta integritas, menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Dalam kegiatan itu, tampak hadir Bupati Kutim H Ismunandar, didampingi Wakil Bupati H Kasmidi Bulang, Sekretaris Kabupaten H Irawansyah, FKPD dan perwakilan stakeholder terkait.

Penulis: Imran