Bebas Asimilasi COVID-19, Napi Kriminal dan Narkoba Kembali Beraksi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Dua napi kriminal yang baru dibebaskan dalam program asimilasi COVID-19 kembali dibekuk polisi karena melakukan tindak kriminal. (Foto: Ist)

-

AA

+

Bebas Asimilasi COVID-19, Napi Kriminal dan Narkoba Kembali Beraksi

Regional | Jakarta

Minggu, 12 April 2020 09:37 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Narapidana kriminal dan yang dibebaskan dalam program asimilasi penanggulangan penyebaran COVID-19 kembali beraksi di Jawa Timur dan Bali.

Mengapa ini penting:

• Pengawasan bagi napi yang dibebas dalam asimilasi yang bertujuan pencegahan penyebaran COVID-19 itu tidak berjalan dengan baik.

• Seharusnya mereka yang dibebaskan itu menjalani asimilasi di rumah dan tetap dipantau oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Konteks: Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM tanggal 30 Maret 2020 No. M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kasus kriminal di Jawa Timur: Ada dua napi kriminal yang baru dibebaskan dalam program asimilasi COVID-19 seminggu lalu kembali melakukan pencurian dengan kekerasan.

Mereka adalah Moch. Bahri (25), warga Jalan Gundih, Surabaya dan Yayan Dwi Kharismawan (23) warga Jalan Margorukun gang IV, Surabaya, Kamis (9/4/2020).

"Tersangka kami tangkap karena kedapatan melakukan perampasan tas di Jalan Darmo Surabaya.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa tersangka ini baru seminggu bebas Lapas Lamongan dengan program pembebasan adanya wabah Covid-19 dan ini ada suratnya," jelas Kapolsek Tegalsari, Kompol Argya Satriya Bhawana melalui Kanit Reskrim, Iptu I Made Sutayana, Sabtu (11/4/2020).

Kasus Narkoba di Bali: Ikhlas alias Iqbal (28), salah seorang napi yang dikeluarkan dari LP Kerobokan dalam asimilasi COVID-19 ditangkap Tim Pemberantasan BNNP Bali, Selasa (7/4/2020).

Dia ditangkap bersama Bayu Tama Pangestu (23) yang berstatus residivis. Dari kedua pelaku ini diamankan paket ganja seberat 2 kg.

Kini pihak penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali masih mendalami penangkapan dua residivis tersebut.

Tanggapan Kemenkumham:

• Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah mengintruksikan jajaran kepala lembaga pemasyarakatan atau lapas, untuk menindak narapidana yang melanggar aturan kedisiplinan dari program asimilasi dan integrasi.

• Mereka dimasukkan ke dalam sel pengasingan, dan tidak diberikan hak remisi sampai waktu tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini sebagai konsekuensi atas aturan yang sudah dilanggar.

Yasonna Bebaskan 30 Ribu Narapidana Kasus Kriminal, Napi Korupsi dan Narkotika Menyusul

"Secara tegas sudah disampaikan kepada mereka, apabila mereka melanggar semua aturan disiplin tersebut, asimilasi dan integrasi akan dicabut dan mereka harus kembali ke dalam lembaga, menjalankan sisa pidana ditambah pidana yang baru, setelah putusan hakim," tegas Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nugroho dalam keterangan pers Sabtu (11/4/2020).


0 Komentar