Berapa Sebenarnya Biaya Perawatan Pasien COVID-19?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Seorang pekerja melintas di depan videotron yang mengampanyekan soal COVID-19. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Berapa Sebenarnya Biaya Perawatan Pasien COVID-19?

Health | Jakarta

Rabu, 29 April 2020 08:34 WIB


KEDIRI, HALUAN.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menanggung semua biaya pengobatan pasien COVID-19 sesuai dengan kriteria. Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri, dr. Fauzan Adima, biaya pengobatan pasien COVID-19 sangat lah besar bila ditanggung sendiri.

Mengapa ini penting: Biaya yang harus ditanggung oleh negara sangat besar bagi pasien COVID-19. Karena itu, masyarakat harus mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap di rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan menggunakan masker bila keluar rumah.

"Seluruh pasien jika sudah ditentukan ODP, PDP, maupun positif oleh petugas medis, biayanya akan ditanggung negara," kata Fauzan di Kediri, Selasa (28/4/2020).

Konteks: Pengobatan pasien COVID-19 seluruhnya ditanggung Kementerian Kesehatan dengan kriteria yang telah ditentukan. Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Perawatan Pasien Penyakit Terinfeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Berapa biaya pasien COVID-19:

• Biaya pengobatan pasien COVID-19 dengan kriteria ODP, PDP, atau terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa penyakit penyerta (komorbid), bisa mencapai belasan juta rupiah untuk sehari perawatan.

• Kemudian jika pasien tersebut membutuhkan pelayanan ICU dengan ventilator biayanya Rp15,5 juta, ICU tanpa ventilator Rp12 juta, ruangan isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta, ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp7,5 juta, ruang isolasi nontekanan negatif dengan ventilator Rp10,5 juta, dan ruang isolasi nontekanan tanpa ventilator Rp7,5 juta.

• Biaya pengobatan tersebut bisa bertambah jika pasien memiliki penyakit penyerta (komorbid), yakni perawatan ICU dengan ventilator Rp16,5 juta, tanpa ventilator Rp12,5 juta, isolasi ruangan tekanan negatif dengan ventilator Rp14,5 juta, tanpa ventilator Rp9,5 juta, isolasi nontekanan negatif dengan ventilator Rp14,5 juta, tanpa ventilator Rp9,5 juta.

Berapa biaya pemakaman jenazah pasien COVID-19: Pemerintah juga memastikan menanggung biaya pemakaman jenazah untuk pasien yang meninggal dunia dengan rincian biaya pemulasaran Rp550 ribu, kantong jenazah Rp100 ribu, peti jenazah Rp1,75 juta, plastik erat Rp260 ribu, disinfektan jenazah Rp100 ribu, transportasi untuk mengantar jenazah Rp500 ribu, dan disinfektan mobil Rp100 ribu.

Sandi Uno Unggah Video Pertemuan Terakhir dengan Wali Kota Tanjungpinang

Biaya ditanggung negara melalui BPJS:

• Seluruh anggaran tersebut menjadi tanggungan Kementerian Kesehatan setelah melalui verifikasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

• Tingginya biaya pengobatan yang harus dipikul negara itu membuat pemerintah pusat dan daerah berjuang keras meminimalisasi penyebaran COVID-19 di masyarakat.

"Dengan mematuhi ketentuan itu, kita sudah bisa membantu meringankan beban negara," ujar Fauzan.


0 Komentar