Berawal Meremas Kemaluan Teman Lelakinya, Wanita Ini Dijatuhi Hukuman Pidana
Ilustrasi (Foto: Ist)

DENPASAR, HALUAN.CO - Hati-hati kalau meremas "anu" pasangannya karena remasan itu tidak selalu menyenangkan tapi bisa juga menyakitkan. Bahkan bisa membawa petaka dan berbuntut kasus hukum.

Seperti yang dialami wanita muda belia RM (19) ini, gara-gara meremas kemaluan teman lelakinya, dia dijatuhi hukuman pidana empat bulan dengan masa percobaan 8 bulan. Peristiwa ini terjadi di Denpasar, Bali.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (20/1/2020), majelis hakim yang dipimpin Ida Ayu Adnya Dewi menyatakan perempuan berambut pirang berinisial RM itu terbukti bersalah karena melecehkan teman lelakinya, berinisial ST.

RM yang dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP itu, dijatuhi hukuman pidana empat bulan dengan masa percobaan delapan bulan oleh majelis hakim.

Vonis yang dijatuhkan hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Pertimbangan majelis hakim karena dalam kasus ini, korban ST juga dilaporkan oleh terdakwa atas kasus penganiayaan juga. Sehingga kasus tersebut disebut kasus saling lapor.

Kemudian, antara korban dan terdakwa sudah terjadi perdamaian dan itu juga menjadi pertimbangan majelis hakim.

Atas vonis itu, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Gede Juliarsana sama sama menyatakan menerima.

Dalam dakwaan jaksa yang menyeret RM ke meja itu seperti dilansir Balipost, berawal saat korban ST mengajak RM masuk ke dalam kamar.

Di dalam kamar, korban tidur di lantai dengan posisi terlentang. Terdakwa mendekat dan langsung meremas kemaluan korban hingga korban kesakitan.

Korban pun menampar terdakwa, hingga mengenai bibir terdakwa. Terdakwa yang mendapat perlawanan mengambil besi bekas tralis sepanjang 70 cm yang kemudian digunakan memukul korban. Atas pukulan itu, korban melawan dengan memukul wajah terdakwa.

Mereka pun kemudian saling lapor, dan perkaranya masuk pengadilan, walau kemudian akhirnya mereka sepakat berdamai.

Bunuh Pasangan Kencan, Gigolo Loyo Ini Diganjar 11 Tahun Penjara