Berikut Fakta-Fakta Mencuci Tangan yang Wajib Anda Ketahui!
Mencuci tangan merupakan langkah yang esensial untuk mencegah terjangkitnya virus corona (Sumber: Epilepsy Foundation)

Pentingnya cara mencuci tangan tidak dapat ditekankan lagi terutama ditengah hebohnya wabah corona. Mari kita belajar fakta-fakta yang menarik mengenai mencuci tangan yang baik dan benar!


1. Mencuci tangan baru ditemukan efektif mencegah infeksi pada pertengahan abad ke-19

Sebelum abad ke-19, konsep mencuci tangan merupakan sesuatu yang aneh dan bahkan ditertawakan oleh para kalangan medis. Mereka masih mempercayai konsep bahwa penyakit infeksi disebabkan oleh bau busuk yang disebut “miasmas”.

Barulah pada pertengahan abad ke-19, Ignaz Semmelweis, seorang dokter asal Hungaria, mengusulkan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah memeriksa pasien. Hasilnya? Tingkat kematian ibu yang melahirkan yang dahulu tinggi akibat penyakit infeksi yang berat (disebut juga dengan sepsis) menurun secara drastis dan konsep mencuci tangan tetap diaplikasikan hingga saat ini.

2. Terdapat 6 langkah World Health Organization (WHO) untuk mencuci tangan secara baik dan benar

Mungkin Anda pernah melihat dan membaca poster mencuci tangan yang memiliki lebih dari 6 langkah. Tenang, poster itu tidak salah. Poster itu mendetailkan langkah-demi-langkah dari awal membuka keran hingga mengeringkan tangan anda sehingga terdapat lebih banyak langkah.

Enam langkah WHO untuk mencuci tangan secara baik dan benar adalah sebagai berikut:

1. Gosok kedua telapak tangan

2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dan tangan kanan dan sebaliknya

3. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari

4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci

5. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya

6. Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya

Proses ini dilakukan selama minimal 20 detik (optimal bila 40-60 detik) sedangkan bila menggunakan hand sanitizer dilakukan selama 20-30 detik

3. Hand Sanitizer vs air, mana yang lebih baik?

Hand sanitizer menjadi salah satu barang yang sangat dicari akibat pandemi virus corona ini. Pertanyaannya adalah mana yang lebih baik antara hand sanitizer dan air? Jawabannya adalah keduanya memiliki efektivitas yang sama namun WHO menggunakan air dan sabun sebagai baku emas (referensi terbaik) untuk mencuci tangan. Air hangat atau air dingin tidak memiliki perbedaan selama menggunakan sabun!

Hand sanitizer digunakan karena efek praktisnya apabila jauh dari sumber air namun perlu untuk membersihkan tangan Anda. Namun, apabila tangan anda jelas-jelas kotor akibat kotoran maka sangat disarankan untuk menggunakan air dan sabun.

4. Kapan Anda perlu untuk mencuci tangan?

Dalam konteks COVID-19 maka perlu untuk mencuci tangan saat setelah batuk atau bersin, setelah mengunjungi tempat umum, menyentuh objek yang berasal dari luar rumah seperti uang, sebelum, saat, dan setelah mengurusi orang yang sakit serta sebelum dan setelah makan.

Dalam konteks sehari-hari, Anda seharusnya mencuci tangan setelah menggunakan toilet, sebelum dan sesudah makan, setelah membuang sampah, setelah menyentuh binatang peliharaan, setelah mengganti popok dan ketika tangan anda terlihat jelas kotor.

5. Tisu kertas vs alat pengering tangan

Sebuah studi pada tahun 2012 menemukan bahwa setelah mencuci tangan dengan benar, mengeringkan dengan menggunakan alat pengering tangan yang panas malah meningkatkan jumlah bakteri yang ada di tangan sebesar 12% dan pengunaan tisu kertas menurunkan jumlah bakteri di tangan sebanyak 24%.

World Health Organization juga menyarankan untuk menggunakan tisu kertas atau lap tangan yang bersih untuk mengeringkan tangan anda sehingga kuman dapat dibersihkan tanpa disebarkan ke permukaan lain.

Seberapa banyak fakta yang anda ketahui? Sering-seringlah mencuci tangan anda sesuai indikasi ditengah pandemi ini dan juga setelahnya untuk menjaga kesehatan kita dan orang-orang yang kita cintai.

Visualisasi cara mencuci tangan dan info menarik lainnya dapat anda lihat di youtube dan instagram neuron yang tertera pada artikel ini!

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel