Kegunaan Pemeriksaan Ultrasonografi Untuk Ibu Hamil

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Pemeriksaan USG Pada Ibu Hamil (Source: Hello Sehat)

Bagi ibu-ibu yang pernah hamil mungkin dan seharusnya pernah melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Bagi yang belum pernah melakukannya, apa itu USG dan apa saja fungsinya?

Ultrasonografi merupakan sebuah teknik pencitraan yang menggunakan gelombang suara dalam frekuensi tinggi dan memanfaatkan pantulan balik dari sebuah objek untuk melengkapi pencitraan tersebut. Ultrasonografi merupakan sebuah pemeriksaan yang sangat aman untuk dilakukan bagi ibu hamil. Ultrasonografi dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu transabdominal (probe USG ditempelkan di perut), transvaginal (probe USG dimasukan melalui vagina) dan transperineal.

Mengapa pemeriksaan USG perlu dilakukan? Pemeriksaan ini dapat memberitahu banyak informasi mengenai keadaan janin secara keseluruhan.

Pemeriksaan tergantung dari usia kehamilan ibu dan dibagi menjadi 2 secara garis besar yaitu pemeriksaan USG saat trimester pertama dan saat trimester kedua dan ketiga.

Pada saat trimester pertama (usia kehamilan sebelum 14 minggu dan 7 hari), uterus (rahim), cervix (mulut rahim), dan jaringan sekitarnya akan dilihat untuk dilihat apakah ada kelainan. Kemudian, kantung kelahiran akan dilihat apakah ada mudigah atau tidak. Setelah itu, pengukuran crown-rump length (CRL) akan dilakukan. Pengukuran ini dilakukan dengan mengukur mudigah atau fetus dari kepala hingga bokong dan panjanganya ini digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan ibu.

Tidak kalah penting dari CRL adalah pemeriksaan detak jantung bayi. Pada pemeriksaan transvagina, ketika mudigah sudah berukuran lebih dari 7mm maka aktivitas detak jantung bayi sudah dapat terdeteksi. Setelah itu, jumlah fetus juga turut dilaporkan.

Pada trimester kedua dan ketiga, doker Anda akan melihat aktivitas jantung fetus, jumlah fetus, dan presentasinya (bagian terdepan jalan lahir). Setelah itu, akan dicari juga apakah ada kelainain dari struktur anatomi fetus tersebut. Apabila jumlah fetus lebih dari 1, maka akan dicek juga ukuran masing-masing bayi, jenis kelamin, volume cairan ketuban dan lainnya. Jenis kelamin dapat diperiksa pada usia kehamilan 18-22 minggu.

Cairan ketuban perlu diperiksakan diperiksakan apakah cukup, kurang atau berlebih. Kurangnya atau berlebihnya cairan ketuban dapat mengindikasikan adanya kelainan pada fetus Anda. Setelah itu, lokasi dan bentuk plasenta akan dicek. Plasenta yang menghalangi jalan lahir (plasenta previa) merupakan salah satu pemeriksaan yang harus dicek karena dapat menjadi indikasi untuk kelahiran secara sectio cesarea.

Setelah itu, beberapa parameter akan diukur untuk melihat usia kehamilan dan tafsiran berat janin fetus seperti diameter biparietal, lingkar kepala, lingkar perut, dan panjang femur (tulang paha). Pemeriksaan rahim, mulut rahim, dan jaringan sekitarnya juga akan diperiksa apabila memungkinkan terutama apabila ditemukan massa di jaringan sekitar.

Selain memberikan banyak informasi mengenai janin, pemeriksaan USG juga dapat memberikan ketenangan batin bagi ibu. Dalam sebuah studi, 58% ibu berekspektasi untuk mengetahui bahwa janinnya baik-baik saja setelah dilakukannya USG.

Seberapa sering ibu harus melakukan USG saat hamil? Ibu tidak disarankan untuk terlalu sering melakukan pemeriksaan ini. Idealnya dilakukan sebanyak 2-3 kali di mana yang pertama dilakukan pada trimester pertama untuk mengetahui ekspektasi tanggal kelahiran dan yang kedua adalah pada usia 18-22 minggu untuk mengkonfirmasi anatomi normal dan jenis kelamin.

Ibu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan melalui jadwal kontrol dan juga mengenai frekuensi pemeriksaan USG ini.

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel


0 Komentar