Berpenumpang 127 Orang, Wagub Bali Lepas Penerbangan Terakhir ke China
Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melapas wisatawan China yang diterbangkan dengan pesawat terakhir ke negara mereka. (Foto: Ist)

BADUNG, HALUAN.CO - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mempersilakan wisatawan asal China untuk memperpanjang masa tinggal di Pulau Dewata itu.

"Dipersilahkan memperpanjang masa tinggal selama penerbangan ditutup. Banyak WNA sehat yang ingin memperpanjang masa libur di Bali, dan tidak masalah,” katanya saat melepas penerbangan terakhir ke China dari Bandara Ngurah Rai, Selasa (4/2/2020) malam.

Penerbangan terakhir tujuan China dari Bandara Ngurah Rai adalah maskapai dari China Southern dengan nomor penerbangan CZ 2626 menuju Guangzhou.

Pesawat ini berangkat atau lepas landas dari Bandara Ngurah Rai pukul 00.18 Wita. Pesawat Airbus A321-200 ini membawa 127 penumpang.

Pesawat tersebut sebelumnya tiba di Bali dengan nomor penerbangan CZ625 pada Selasa pukul 22.55 Wita, yang juga merupakan penerbangan terakhir dari China ke Bali.

“Kita membuat kesan baik pada wisatawan terutama dari China, tidak ada kesan mengusir mereka, tapi ini karena kebijakan pemerintah,” ujar Cok Ace, begitu dia akrab disapa.

Sementara itu, Konsul Jenderal (Konjen) China di Denpasar, Mr. Gou Haodong, Selasa (4/2/2020) mengatakan, berdasar data yang dimilikinya, masih ada 5.000-an wisatawan dari negaranya yang masih berada di Pulau Dewata itu.

Karena itu, dia berharap pemerintah Indonesia, khususnya Imigrasi Bali memfasilitasi warga China yang belum bisa kembali ke negaranya selama peniadaan penerbangan untuk memperpanjang masa tinggal di Pulau Dewata.

Air China Pesawat Terakhir Terbang ke China dari Bandara Soetta

Secara terpisah, Kasi Sarana dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Kelas I Ngurah Rai, Putu Suhendra mengungkapkan, hingga Rabu (5/2/2020) belum ada warga China yang melakukan pengajuan perpanjangan masa tinggal di Bali.

"Hingga Selasa (4/2/2020) malam, belum ada warga negara asal China yang mengajukan masa perpanjangan tinggal," kata Suhendra.

Menurut dia, belum adanya wisatawan China mengurus perpanjangan massa tinggal bekemungkinan izin tinggalnya masih berlaku.

Kalau ada pasti pihak Konsulat mereka akan berkoordinasi. Sebelumnya pihak konsulat sudah pernah menyampaikan hal itu," kata Suhendra.