Bersumpah Alquran Tak Jebak PSK, Gerindra tak Sampai Berikan Teguran kepada Andre

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) yang juga Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade (Foto: Trobunnews.com)

-

AA

+

Bersumpah Alquran Tak Jebak PSK, Gerindra tak Sampai Berikan Teguran kepada Andre

Nasional | Jakarta

Selasa, 11 Februari 2020 20:21 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) yang juga Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade bersumpah dibawah Al Qur'an tidak menjebak pekerja seks komersial (PSK) saat melakukan penggrebekan di sebuah hotel di Padang, Sumbar beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Andre saatt melakukan klarifikasi menjelaskan semua tudingan publik yang dialamatkan ke dirinya saat diperiksa selama tiga jam oleh Mahkamah Partai Gerindra di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (11/2/2020).

"Hari ini saya sudah datang hadiri undangan resmi mahkamah partai Gerindra dan saya sudah beri keterangan secara sebenar-benarnya, memberi keterangan kronologis secara seutuhnya ke mahkamah partai," kata Andre kepada wartawan.

Andre enggan menjelaskan apa saja yang ditanyakan dan dijawab oleh dirinya. Namun dia memastikan seluruh anggota kehormatan partai mengajukan pertanyaan kepadanya.

"Aduh hampir semua anggota majelis bertanya, agak lama makanya. Alhamdulillah acara berjalan baik saya diberikan kesempatan beri klarifikasi. Intinya semua yang berkembang di publik semua isu yang jadi pertanyaan publik sudah saya jawab," ucap Andre.

Soal Penggrebekan PSK, Andre Persilahkan Dirinya Dilaporkan ke Polri dan MKD

Sementara Ketua Mahkamah Kehormatan DPP Partai Gerindra Mutanto Juwono mengatakan pemeriksaan terhadap Andre Rosiade berlangsung cair, tidak seperti seorang pesakitan.

"Iyalah (suasana cair, red), dia kan anggota tidak seperti pesakitanlah. Ini kader utama di DPR RI, kami juga hati-hati," kata Mutanto.

Mutanto mengatakan pemeriksaan terhadap Andre seputar kronologi dirinya berada di lokasi polisi menggerebek PSK pada 26 Januari 2020. Dia menyebut Andre menceritakan dari awal tiba di Sumbar.

"Tadi itu cair, dia klarifikasi dia cerita yang benar, Iyalah (pemeriksaan lama) dia harus cerita mulai detail, mulai dari mendarat pesawat sampai di Padang," ucapnya.

Mutanto juga enggan buru-buru menyimpulkan perbuatan Andre benar atau salah. Dia menyebut persoalan Andre ini masalah politik.

"Seandainya lho ya. Nggak ada (kesimpulan). Belum ada itu. Janganlah. Saya nggak bisa berandai-andai. Majelis kehormatan ini kalau memutuskan ini nggak bisa berandai-andai seperti itu. Karena ini masalah politik," ujar Mutanto.

Menurut Mutanto, Mahkamah hanya melakukan klarifikasui dan memeriksa sejumlah bukti yang dibawa oleh Andre. "Ini tadi sidang klarifikasi. Klarifikasi itu artinya dia harus menceritakan kejadiannya dari awal sampai akhir, apa yang terjadi di sana. Kami hanya klarifikasi aja selama ini," katanya.

JAI Laporkan Andre Rosiade ke Bareskim Mabes Polri

Klarifikasi itu, sebutnya, akan disimpulkan nantinya oleh DPP Gerindra."Jadi klarifikasi itu masih akan kita simpulkan, nanti kita kerja sama dalam tim advokasi kita, baru nanti partai yang akan mengambil keputusan," ucapnya.

Selain meminta klarifikasi, Mutanto menyebut pihaknya juga memeriksa sejumlah barang bukti. Salah satunya bukti koordinasi dengan polisi.

"Banyak, file-file yang ada di kejadian-kejadian di sana. Koordinasi dia dengan polisi setempat. Itu yang dibawa," ujar Mutanto.

Mutanto mengatakan partai belum ada teguran dan keputusan terkait persoalan penggerebekan yang dilakukan Andre Rosiade. Namun dia meyakini Andre pasti akan mengevaluasi diri sendiri dari kejadian itu.

"Tidak, tapi mungkin yang bersangkutan merasa sendiri, merasa kalau sampai diklarifikasi majelis kapan-kapan tidak seperti itu. Kita tidak sampai memberi teguran," sebutnya.


0 Komentar