Bolos dari Karantina Virus Corona, Seorang Pejabat Korea Utara Ditembak Mati

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Perdana Menteri Korea Utara Kim Jae Ryon (berdiri) menggelar rapat darurat terkait pencegahan penyebaran wabah virus corona di Pyongyang, Selasa. (Foto: AP)

-

AA

+

Bolos dari Karantina Virus Corona, Seorang Pejabat Korea Utara Ditembak Mati

International | Jakarta

Sabtu, 15 Februari 2020 13:09 WIB


PYONGYANG, HALUAN.CO - Seorang pejabat Korea Utara (Korut) ditembak mati karena bolos dari tempat karantina karena dikhawatirkan menyebarkan virus corona.

Pejabat tersebut seharusnya menjalani karantina karena sebelumnya melakukan perjalanan ke China. Namun di saat dia menjalani karantina itu, dia mengunjungi pemandian umum.

Dilansir laman Daily Mail, Kamis (13/2/2020) yang mengutip surat kabar Korea Selatan (Korsel) Dong-a Ilbo, pejabat perdagangan tersebut ditangkap dan langsung ditembak mati karena dikhawatirkan menyebarkan virus bernama resmi Covid-19 itu saat mengunjungi pemandian umum.

Sebuah sumber mengatakan, pejabat nahas itu sebelumnya ditempatkan di ruang isolasi setelah melakukan perjalanan ke China.

Pemimpin Korut Kim Jong-un menerapkan hukum militer dengan segera membunuhnya.

Pejabat perdagangan itu dilaporkan dikarantina di bawah kebijakan mengisolasi siapapun yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan orang-orang China.

Dia telah melanggar dekrit Kim Jong-un yang berjanji untuk "memerintah dengan hukum militer" terhadap siapa saja yang meninggalkan karantina tanpa persetujuan.

Seorang pejabat anggota Badan Keamanan Nasional lainnya dikatakan telah diasingkan ke sebuah pertanian setelah mencoba menutupi perjalanannya ke China.

Pejabat yang bersalah langsung dieksekusi adalah hal biasa di Korut dan sangat sulit untuk diverifikasi.

66.000 Orang Terinfeksi Virus Corona di China, Kematian Terbaru 143 Orang

Korut sendiri hingga kini belum mengonfirmasi kasus infeksi virus mematikan tersebut. Namun, negara tertutup itu telah mengambil langkah drastis untuk menghentikan penyebarannya di perbatasannya dengan China.

Beberapa hari yang lalu Pyongyang mengumumkan bahwa karantina telah diperpanjang menjadi 30 hari, melampaui periode 14 hari yang direkomendasikan oleh ketua badan kesehatan dunia (WHO).

Pejabat WHO yang berpusat di Pyongyang mengatakan, mereka tidak mengetahui adanya kasus virus corona yang telah dikonfirmasi. Namun, beberapa media Korsel melaporkan banyak kasus dan bahkan kemungkinan kematian akibat virus di Korut.

Korea Utara mengambil tindakan karantina keras yang serupa selama penyebaran SARS pada 2003, yang juga dimulai di China.

Pada saat itu, menurut pemerintah Korsel, Korut juga tidak melaporkan adanya kasus SARS.


0 Komentar