BPPT Segera Produksi Tes COVID-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Gedung BPPT. (Foto: Detik)

-

AA

+

BPPT Segera Produksi Tes COVID-19

Teknologi | Jakarta

Selasa, 21 April 2020 17:30 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera memprosuksi alat tes untuk mendeteksi COVID-19.

Alat tes COVID-19 yang dibikin memiliki kelebihan yakni lebih sensitif dan spesifik dalam mendeteksi virus corona dibandingkan test kit impor.

Mengapa ini penting: Alat ini sangat dibutuhkan saat ini bagi Indonesia dalam menangani wabah virus corona. Selama ini, kebutuhan alat ini selalu diimpor.

Konteks:

• Selama ini Indonesia mengimpor barang sejenis dari China yang dilakukan oleh BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

• Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan ada mafia dalam mengimpor alkes dan obat-obatan. Impor alat kesehatan ke Indonesia masih sangat besar, yaitu mencapai 90 persen.

Teknologi yang digunakan: Kepala BPPT Hammam Riza menyebutkan, ada dua tipe rapid diagnostic test (RDT) kit yang dikembangkan.

• RDT deteksi antibodi IgG/IgM ini dikembangkan dalam bentuk strip. Produk ini mampu mendeteksi secara cepat dalam waktu 5-10 menit dengan meneteskan darah atau serum pada alat RDT IgG/IgM.

• RDT micro-chip merupakan alat deteksi antigen menggunakan micro-chip. Mampu mendeteksi secara dini keberadaan COVID-19 pada PDP, ODP atau OTG dengan menggunakan sensor Surface Plasmon Resonance (SPR). Dalam satu micro-chip dapat mendeteksi sekaligus delapan sampel dengan sampel bisa langsung dari swab.

Kelebihan dari alat impor:

• Lebih sensitif dan spesifik dalam mendeteksi virus corona dibandingkan test kit impor.

• Sensitivitasnya tinggi karena menggunakan strain virus dari orang Indonesia dalam pengembangannya.

• Berbeda dengan RDT kit yang diproduksi di luar negeri karena kit impor tersebut menggunakan strain virus dari negara lain.

Bagaimana progresnya:

• Pengembangan RDT kit dilakukan BPPT bersama Gugus Tugas Kemenristek/BRIN untuk Penangan Covid-19, antara lain terdiri dari UGM, ITB dan sejumlah pelaku industri.

• Saat ini, kedua tipe RDT kit masih dalam tahap desain dan akan diuji validasi dengan menggunakan isolat RNA yang dimiliki oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes dan Lembaga Bio Molukuler Eijkman.

• Saat ini terus dilakukan percepatan pengembangan prototipe RDT IgG IgM, dan RDT micro-chip. Kedua RDT deteksi antibodi IgG/IgM dapat diproduksi bulan Mei mendatang.

Ternyata Pindad Bisa Bikin Ventilator dengan Harga Jauh di Bawah Impor

Apa katanya: “Kami akan terus mengakselerasi, agar produk ini dapat segera digunakan untuk mendukung percepatan penanganan pandemik virus Covid-19 secara nasional,” pungkas Hammam Riza seperti dilansir RRI, Selasa (21/4/2020)


0 Komentar