BPS : Kota Jambi dan Muaro Bungo Terjadi Inflasi
Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin, (Foto: Haluanjambi/Budi Harto)

JAMBI, HALUAN.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat periode Januari 2020 terjadi inflasi di dua Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi. Kota Jambi terjadi inflasi sebesar 0,81 persen dan Kota Muara Bungo inflasi sebesar 0,74 persen.

"Laju inflasi tahun kalender sama dengan inflasi bulanan. Sedangkan inflasi year on year Kota Jambi sebesar 2,40 persen dan Kota Muara Bungo sebesar 2,76 persen," ujar Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin, saat dikonfirmasi Sabtu (8/2/2020).

Ia menjelaskan, Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada tujuh kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,63 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen.

"Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok transportasi sebesar 0,03 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,19 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,46 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,20 persen," jelasnya secara rinci.

Sedangkan, Inflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada sembilan kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,45 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,47 persen.

"Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,06 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,33 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,90 persen," bebernya.

Banjir Jabodetabek Bisa Picu Inflasi dan Penurunan Daya Beli

Kemudian kata dia, dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,81 persen, andil terbesar adalah dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,7724 persen, kemudian dari kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,0327 persen.

Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi antara lain adalah cabai merah, mobil, minyak goreng, cabai rawit, bawang putih, gado-gado, rokok kretek filter, dan rokok putih.

Sementara itu komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Muara Bungo adalah cabai merah, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, minyak goreng, emas perhiasan, kentang, ikan tongkol, kangkung, dan ikan nila.

"Perbandingan inflasi antar kota IHK se-Sumatera pada Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 24 kota se-Sumatera yang menghitung IHK, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh, sebesar 1,44 persen dan terendah terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,08 persen. Kota Jambi dan Kota Muara Bungo berada pada urutan ke-6 dan ke-8 se Sumatera," kata Wahyudin.

Penulis: Budi Harto (Haluanjambi.co)