Bulog Jambi Siapkan 200 Ton Gula Pasir untuk Operasi Pasar

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi gula pasir (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Bulog Jambi Siapkan 200 Ton Gula Pasir untuk Operasi Pasar

Regional | Jakarta

Kamis, 09 April 2020 20:18 WIB


JAMBI, HALUAN.CO - Untuk kelangkaan dan lonjakan gula pasir ditengah pandemi virus Corona (COVID-19), Pemerintah Provinsi (PemproV) Jambi melalui Bulog Divre Jambi menyediakan 200 ton gula pasir untuk untuk operasi pasar. Gula pasir itu dijual murah dengan harga Rp12.500 per kg, dimana di pasaran sudah mencapai Rp 20.000 per kg-nya. 

Mengapa Ini penting: Sejak pandemi COVID-19, terjadi kelangkaan gula pasir, kalaupun ada harganya melambung tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemprov Jambi menyediakan 200 ton gula pasir yang akan dijual melalui operasi pasar.

Konteks:

  • Di Jambi terjadi kelangkaan gula pasir, dan untuk memenuhi kebutuhan gula pasir di Jambi didatangkan 200 ton dari Provinsi Lampung.
  • Diadakan operasi pasar, selain untuk memenuhhi kebutuhan masyarakat, juga harga jual gula pasir yang melonjak tinggi saat pandemi COVID-19.

"Pembeliannya dibatasi, satu kepala keluarga hanya dapat 2 Kg saja dengan harga yang lebih murah, yaitu Rp12.500," ujar Kepala Bulog Divre Jambi, Kamis (9/4/2020).

Pemerintah Jangan Berlindung di Balik Corona Terbitkan Surat Utang

Operasi pasar murah: Dalam operasi pasar murah tersebut, Bulog Jambi mengandeng Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi melalui Toko Tani Center dan Rumah Pangan Kita (RPK), serta Toko TPID di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar.

Komoditi yang disediakan: Selain menjual gula pasir, Bulog Jambi juga menjual beras dan tepung terigu dengan harga murah.

  • Beras medium kemasan 50 kg dijual Rp 8.600/kg, kemasan 5 kg dijual Rp 47.250 dan kemasan 10 kg dijual Rp 94.500.
  • Tepung terigu dengan harga Rp 8.500 /kg, minyak goreng seharga Rp 12.500 /liter dan daging Rp 80.000 /kg.

"Stok kita cukup. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi support, termasuk Tim Satgas Pangan Provinsi jambi yang ikut mengawal dan memonitor ketersediaan bahan pangan di Jambi,” ujar pungkas Bachtiar.

Penulis: Budi Harto


0 Komentar