Bunuh Pasangan Kencan, Gigolo Loyo Ini Diganjar 11 Tahun Penjara

BREAKING
NEWS

Bagus Putu Wijaya dihadapan Majelis Hakim PN Denpasar yang menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara terhadap dirinya. (Foto: Balipost)

DENPASAR, HALUAN.CO - Pertemuan antara Bagus Putu Wijaya dengan Ni Putu Y berawal dari proses transaksi pembelian mobil. Bagus Putu Wijaya mengaku seorang gigolo kepada Ni Putu yang lagi pisah ranjang dengan suaminya.

Akhirnya mereka berdua sepakat melakukan hubungan intim. Namun Ni Putu merasa tidak puas dengan kejantanan Bagus Putu yang loyo. Mereka cekcok dan akhir Bagus Putu Wijaya mencekik Ni Putu hingga tewas.

Akibat perbuatannya itu, Bagus Putu Wijaya diganjar hukuman pidana 11 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (6/1/2020).

Hukuman yang dijatuhkan Majelis hakim PN Denpasar yang dipimpin Heriyanti itu lebih rendah setahun daripada tuntutan jaksa.

JPU Putu Oka Surya Atmaja sebelumnya menuntut supaya pembunuh Ni Putu Y itu dihukum selama 12 tahun penjara.

Pertimbangan hakim dan jaksa sama dalam menyikapi kasus ini. Terdakwa terbukti berasalah melakukan pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KHUP. Atas putusan itu, terdakwa menerima, sedangkan jaksa menyatakan masih pikir-pikir.

Dalam dakwaan jaksa sebelumnya, terdakwa asal Desa Sinabun, Buleleng ini disebut dengan sengaja merampas nyawa orang lain. Awalnya, terdakwa yang sempat tinggal di Manado ini pulang kampung dan tinggal sementara di Jalan Kebo Iwa III, Gang Merak, Denpasar.

Wijaya diajak I Made Budiarka alias Jero Kobar di bagian pembelian mobil sekaligus meminjam nama terdakwa untuk kredit mobil.

Terdakwa mencari sales di aplikasi Mechat dan berkenalan dengan korban yang mengaku sebagai sales Mitsubishi.

Mulai saat itulah terdakwa sering berkomunikasi dengan korban hingga berlanjut keinginan membeli mobil Mitsubishi Expander secara kredit.

Setelah sepakat dengan korban, terdakwa minta uang muka di saksi Budiarka dan memberinya selembar cek senilai Rp 10 juta. Pada hari yang sama, 5 Agustus 2019, terdakwa bertemu korban untuk menyerahkan uang muka di lapangan Lumintang, Denpasar.

Sekitar pukul 13.00 Wita, korban datang mengendari mobil Suzuki Ertiga. Mereka kemudian bersama-sama ke Bank BRI untuk mencairkan cek.

Dalam perjalanan terdakwa merayu korban yang dalam kondisi pisah ranjang dengan suaminya dan menawarkan dirinya sebagi gigolo dengan tarif Rp 500 ribu.

Mereka sepakat kencan dan mencari kamar. Sebelumnya, korban membeli handphone sebagai hadiah untuk terdakwa.

Sekitar pukul 18.00, mereka menginap di kamar No.8 Penginapan Teduh Ayu, Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian.

Saat bercumbu, terdakwa tidak mampu secara seksual sehingga memantik kemarahan korban. Korban tiba-tiba menampar pipi kiri terdakwa sambil berkata “aku belum puas tapi kamu sudah keluar”.

Setelah membersihkan badan, terdakwa minta korban pulang, namun hal itu membuat korban kesal. “Terdakwa yang sedang berjalan menuju pintu, ditarik jaketnya dan kembali ditempar pipinya sambil berkata, “rugi saya membelikan HP buat kamu, saya nggak puas sama kamu,” kemudian korban membalikkan badan untuk mengambil tas di atas meja,” ungkap jaksa dari Kejari Denpasar ini seperi dilansir Balipost.

Merasa kelaki-lakiannya direndahkan, terdakwa emosi dan mencekik leher korban hingga lemas. Terdakwa juga membekap mulut korban dengan handuk yang mengakibatkan meninggal dunia.