Bupati Agam Resmikan Tujuh Nagari Hasil Pemekaran
Bupati Agam Dr.H. Indra Catri meresmikan tujuh nagari persiapan dan sekaligus melantik tujuh Penjabat Wali Nagarinya. (Foto: Ist)

AGAM, HALUAN.CO - Bupati Agam Dr.H. Indra Catri meresmikan tujuh nagari persiapan (setingkat desa di daerah lain) dan sekaligus melantik tujuh Penjabat Wali Nagari Persiapan tersebut, di Kantor Camat Tilatang Kamang pada hari ini, Minggu (29/12/2019).

Pembentukan tujuh nagari persiapan tersebut merupakan pemekaran dari Nagari Gadut dan Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang.

Ketujuh nagari persiapan tersebut adalah Nagari Persiapan Gadut Barat, Nagari Persiapan Gadut Timur, Nagari Persiapan Aro Kandikia, Nagari Persiapan Koto Tangah Sidang Koto Laweh, Nagari Persiapan Koto Tangah Koto Malintang, Nagari Persiapan Koto Tangah Tujuh Nagari dan Nagari Persiapan Koto Tangah Lamo.

Sedangkan ujuh Penjabat Wali Nagari yang dilantik Supri, Penjabat Wali Nagari Persiapan Gadut Barat; Dyni Herawati Fajriah, SE , Penjabat Wali Nagari Persiapan Gadut Timur; Yomendra, SH , Penjabat Wali Nagari Persiapan Aro Kandikia; Elida Fitriani DN, S.Sos , Penjabat wali Nagari Persiapan Koto Tangah Sidang Koto Laweh; Raflis, Penjabat Wali Nagari Persiapan Koto Tangah Koto Malintang; Zulfacri, Penjabat wali Nagari Persiapan Koto Tangah Tujuh Nagari; serta Nelmayeti, Penjabat Wali Nagari Persiapan Koto Tangah Lamo.

Bupati Indra Catri mengingatkan, pelantikan yang dilaksanakan ini merupakan awal dari masa depan ketujuh nagari persiapan di Tilatang Kamang.

"Prosesi ini jangan dianggap sebuah acara seremonial belaka. Ini adalah amanah dan tanggung jawab yang berat untuk dapat segera mempersiapkan nagari persiapan menjadi nagari defenitif,” katanya

Karena itu, sudah satu keharusan amanah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai nilai agama, adat, dan budaya yang hidup ditengah-tengah masyarakat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sejatinya, kata Indra, nagari persiapan adalah bagian dari nagari induk yang bersanding dan dipersiapkan untuk menjadi satu nagari baru.

"Pemekaran nagari bukan untuk memisahkan masyarakat nagari, bukan pula memecah adat istiadat yang sudah hidup ditengah-tengah masyarakat nagari. Pemekaran nagari hanya menyangkut wilayah administratif, bukan wilayah kesatuan hukum adat," tegasnya.

Dengan demikian, Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang terdapat dalam nagari Gadut dan Koto Tangah tidak ikut pula dimekarkan. Adat tatap salingka nagari, pusako tatap salingka kaum.

Ditegaskan, pemekaran nagari hanya merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan daya saing nagari. Sehingga mampu mewujudkan nagari sebagai garda terdepan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat.


0 Komentar