Bupati Ini Diduga Telantarkan Istri Siri dan Anaknya Hampir 2 Tahun
Reny Marintan Suryani Sembiring istri siri dengan Bupati Padanglawas Utara Sumatera Utara, Andar Amin Harahap mengaku ditelantarkan hampir dua tahun. (Foto: Inews TV)

PADANGSIDIMPUAN, HALUAN.CO - Bupati Padanglawas Utara (Paluta) Andar Amin Harahap diduga telah menelantarkan istri sirri dan dua anaknya selama hampir 2 tahun. Padahal, usia anak-anak tersebut masih berumur 3 dan 1,5 tahun.

Istri sirri Bupati, Reny Marintan Suryani Sembiring mengatakan, sudah dua tahun belakangan, Andar tidak lagi memberikan perhatian kepada dia dan dua buah hati mereka.

"Bahkan, anak keduanya yang kini menginjak usia dua tahun tidak mengenal sosok ayahnya," kata Reny seperti dilansir iNews.id, Selasa (10/12/2019).

Reny berharap Andar dapat bertanggung jawab dan mengingat kedua anak mereka. Apalagi, kedua anaknya sering kali menyebut nama papa, namun tak tahu siapa sosok sang ayah.

"Setiap hari saya menangis. Apalagi yang paling besar itu kan cewek. Dia sudah dua tahun ini enggak ketemu bapaknya. Dia sering nanyain bapaknya, papah, papah,” katanya.

Reny mengaku terakhir kali bertemu dengan Andar tiga hari sebelum pilkada lalu. Saat itu, dia dijanjikan akan didatangi ke Medan dan diajak umrah. Namun hingga kini tak ada lagi kabar.

Reny akhirnya membawa kasus ini ke proses hukum. Kasus ini sudah sampai di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan. Dalam tuntutannya, Reny menuntut agar Andar Amin mengakui dan menafkahi dua orang anaknya.

"Hari ini, Senin, 9 Desember 2019, merupakan sidang beragendakan mediasi. Namun, dia (Andar) tidak datang," ujarnya.

Kuasa Hukum Reny, Rhaditiya Putra Perdana mengatakan, dari keterangan klien, kedua anak Reny selama hampir dua tahun belakangan ditelantarkan terlapor.

Ironisnya lagi, saat ini Reny tidak dapat mengurus akta kelahiran kedua anak hasil hubungannya dengan Andar. Hal itu lantaran tidak ada legalitas Andar sebagai ayah mereka.

"Yang kami perjuangkan hak asasi dari dua anak Reny, yang ayah biologisnya saudara Andar yang telah kami duga tidak diperhatikan selama kurang lebih dua tahun," ujarnya.


0 Komentar