Bupati: Kabupaten Bogor Kekurangan Tenaga Medis

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Mural unik di Jalan Raya Bogor yang memberikan semangat kepada para tenaga medis. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Bupati: Kabupaten Bogor Kekurangan Tenaga Medis

Health | Jakarta

Selasa, 21 April 2020 10:26 WIB


BOGOR, HALUAN.CO - Bupati Bogor, Ade Yasin, mengaku, ada sejumlah kendala yang dihadapi kabupaten tersebut dalam menangani pandemi virus corona atau COVID-19. Salah satunya, kata Ade, minimnya tenaga medis yang ada di kabupaten tersebut. 

Mengapa ini penting:

• Keberadaan tenaga medis sangat lah vital untuk menangani pandemi COVID-19. Mereka selama ini yang berada di garda terdepan dalam penanganan virus asal Kota Wuhan, Cina, tersebut.

• Dengan begitu, kekurangan tenaga medis di suatu wilayah adalah permasalahan yang harus segera diselesaikan agar daerah tersebut bisa menangani pasien COVID-19 dengan baik.

Konteks:

• Di Kabupaten Bogor, jumlah dokter hanya 2.238 yang terdiri atas 823 dokter umum, 345 dokter spesialis dan 139 dokter gigi. Sementara dokter paru jumlahnya jauh lebih sedikit lagi.

• Jika jumlah dokter tersebut diasumsikan dengan jumlah masyarakat Kabupaten Bogor yang mencapai 5,9 juta jiwa, maka satu dokter harus menangani sekitar 2.500 orang.

Tenaga medis di Bogor rentan terpapar COVID-19: Di Kabupaten Bogor, alat pelindung diri (APD) untuk memastikan keselamatan para tenaga medis masih sangat terbatas. Hal itu membuat para tenaga medis di Kabupaten Bogor rentan terpapar COVID-19 dari pasien yang terjangkit.

"Persebaran dokter, perawat, puskesmas dan tempat tidur di rumah sakit juga tidak merata. Peralatan mereka juga terbatas sehingga amat rentan terserang virus mematikan itu," kata Ade Yasin, Selasa (21/4/2020).

Berharap pada PSBB:

• Kabupaen Bogor menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Langkah ini pun diharapkan mampu memutus rantai penyebaran virus corona.

• Melalui penerapan PSBB, diharapkan pergerakan masyarakat dari DKI Jakarta maupun sebaliknya bisa dibatasi.

"Jakarta adalah episentrum wabah virus corona di Indonesia. Sekitar separuh kasus dan jumlah kematian disumbang oleh Jakarta. Jika pusat episentrum diperluas dengan memasukkan kota/kabupaten di sekitar Jakarta atau Jabodetabek, porsinya mencapai sekitar 70 persen," ungkap dia.

Pegawainya Positif COVID-19, Dua Puskesmas di Bekasi Tutup

Desak Kemenhub setop KRL: Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendesak Kementerian Perhubungan menghentikan sementara operasional kereta rel listrik (KRL) dengan mengkaji ulang aturan yang diterbitkan Jumat (17/4/2020) lalu.

"Saya berharap KRL Jabodetabek setop untuk sementara dan Kemenhub mengkaji ulang keputusan ini," ujar Ade.


0 Komentar