Bupati: KRL Jadi Penyebab Maraknya Pasien Positif COVID-19 di Bogor

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Warga berjemur di sekitar rel kereta api untuk meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari virus corona. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

BOGOR, HALUAN.CO - Bupati Bogor, Ade Yasin, mengungkapkan, Kereta Commuter Line (KRL) selama ini jadi penyebab maraknya warga di kabupaten tersebut yang terpapar virus corona baru atau COVID-19. 

Mengapa ini penting:

  • KRL selama ini menjadi moda transportasi favorit warga Bogor dan sekitarnya untuk bepergian, terutama para pekerja yang lokasi kerjanya berada di DKI Jakarta. Sehingga, potensi tertularnya COVID-19 di moda transportasi tersebut sangat tinggi.
  • Berdasarkan catatan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor, wilayah dengan jumlah warga paling banyak terinfeksi COVID-19 yaitu zona merah yang terdapat stasiun KRL, seperti Kecamatan Cibiniong dan Bojonggede.

"Kami yakin salah satu penyebab maraknya positif itu karena KRL. Dari data yang ada, rata-rata dari penumpang kereta. Kasus positif pertama yang di Bojonggede itu dari kereta," kata Ade Yasin, Jumat (17/4/2020).

Konteks:

  • Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan, menolak permintaan penghentian sementara operasional KRL selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Kemenhub hanya membatasi jumlah penumpang di KRL selama masa PSBB.
  • Lima kepala daerah yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok, sebelumnya mengajukan pemberhentian sementara operasional KRL. Dalam surat yang ditandatangani kelima kepala daerah itu, disebutkan bahwa selama penerapan PSBB pada 15 April lalu, stasiun KRL di sejumlah wilayah tersebut terpantau ramai yang membuat kontraproduktif dengan tujuan diterapkannya PSBB.

Keputusan Luhut disayangkan: Langkah pemerintah pusat Melalui Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan, yang tetap mengoperasionalkan KRL di tengah penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta serta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) disayangkan oleh Pemkab Bogor.

"Jadi mohon kepada pemerintah pusat untuk mendengar aspirasi kami semata-mata untuk memutus mata rantai COVID-19," kata Ade Yasin.

Luhut Tolak Permintaan Lima Kepala Daerah untuk Setop Operasi KRL

Kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor:

  • Pemkab Bogor mencatat ada 16 kecamatan di Kabupaten Bogor masuk dalam zona merah, sesuai domisili masing-masing pasien COVID-19.
  • Dari 16 kecamatan, Cibinong merupakan wilayah dengan pasien COVID-19 terbanyak, yakni 12 orang, selanjutnya Gunung Putri sembilan orang, Bojonggede tujuh orang, Cileungsi enam orang, Ciampea tiga orang, Tajur Halang, Kemang, Citeureup dan Babakan Madang masing-masing dua orang, serta Parung Panjang, Ciseeng, Ciomas, Ciawi, Jonggol, Leuwisadeng, dan Gunung Sindur masing-masing satu orang.
  • Pada periode yang sama, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif terinfeksi virus corona COVID-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 56 pasien.

0 Komentar