Buruh Geruduk DPR Tolak Omnibus Law dan BPJS Kesehatan
demo buruh di depan Gedung DPR/MPR tolak Omnibus Law (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMI) dan elemen buruh lainnya menggelar aksi unjuk rasa di depan DPR RI untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja. Massa menutup jalur arteri Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Massa tiba di depan gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.40 WIB, Senin (20/1/2020). Massa buruh melakukan long march dari titik kumpul mereka di pintu 10 GBK. Mereka berjalan kaki dari Jalan Gerbang Pemuda menuju DPR.

Ada dua mobil komando yang memimpin long march. Bendera, spanduk, dan pamflet pun dibawa massa. Spanduk dan pamflet yang dibawa di antaranya bertulisan 'Tolak Omnibus Law' dan 'Tolak BPJS Kesehatan'.

Polisi sudah berada di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi. Terlihat puluhan polisi beratribut lengkap membawa senapan, rompi, dan helm yang melakukan penjagaan. Selain itu, beberapa petugas terlihat di sekitar jalan untuk mengatur lalu lintas.

Setiba di depan gedung DPR, massa memadati Jalan Gatot Subroto. Sontak kendaraan yang hendak melintas pun menjadi terganggu.

Pengendara pun hanya bisa melintasi jalur TransJakarta. Pengendara tampak melintas dengan pelan.

Sementara itu, untuk jalur Tol Dalam Kota tidak ada hambatan. Lalu lintas dari kedua arah, baik dari arah Slipi ke Kuningan maupun dari arah Kuningan ke arah Slipi, terpantau ramai lancar.

Beberapa kendaraan taktis, seperti water cannon, barracuda, dan mobil pengeras suara milik kepolisian, telah disiagakan di dalam kompleks DPR RI. Sedangkan kawat berduri telah disiapkan di depan gerbang.

Tolak Omnibus Law, Puluhan Ribu Buruh Bakal Serbu DPR

Diketahui, sebanyak 6.000 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, yang digelar hari ini. Demo yang akan digelar buruh itu mengangkat isu tentang omnibus law.

"Kita sudah siapkan sebanyak 6.013 personel gabungan untuk amankan demo tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Senin (20/1/2020).

Enam ribu personel itu merupakan personel gabungan, baik TNI-Polri maupun unsur dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Polisi mengimbau massa pendemo tertib dan tidak melanggar peraturan yang berlaku.