Capres AS: Warga AS Tolong Ingatkan Trump, Kita Tak Akan Berperang
Kandidat Capres AS Bernie Sanders. (Foto: NPR)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Bernie Sanders menegaskan, warga AS sudah cukup dibohongi dengan perang-perangan yang dilakukan oleh pemerintah masa lalu.

Menurut Sanders, potensi perang dengan Iran yang saat ini muncul usai pembunuhan Qassem Soleimani, hanya akan membawa masalah tersendiri bagi AS.

"Sebagian besar orang Amerika tahu, jauh ketika kami dibohongi tentang situasi di Vietnam dan kami pergi ke perang yang berakhir dengan biaya 59 ribu jiwa berdasarkan pada kebohongan," kata Sanders dalam video yang dirilis tim kampanyenya baru-baru ini, dilansir dari NPR, Rabu (8/1/2020).

Amerika Takut, Maskapainya Dilarang Melintas Teluk Persia

Senator senior ini melanjutkan, ketika perang melawan Irak pada 2003 silam, dengan terbunuhnya Saddam Hussein, AS juga dibohongi. Karena, alibi pemerintah ialah Irak menyimpan senjata pemusnah massal, ternyata tidak ada.

"Kami kehilangan lebih dari 4.000 orang Amerika yang berani dan ratusan ribu orang di wilayah itu terbunuh dan dipaksa meninggalkan rumah mereka," tegasnya.

Oleh karena itu, Sanders menekankan bahwa potensi perang dengan Iran saat ini akan menjadi bencana baru bagi AS. Dan jauh lebih buruk dari perang melawan Irak.

"Saya berharap orang-orang Amerika memberi tahu pemerintahan (Donald Trump), bahwa kita tidak akan berperang di Iran," imbaunya.

Balas Dendam, Iran Resmi Gempur Pangkalan Militer AS di Irak

Sanders juga berharap agar Kongres AS bisa melakukan segala cara untuk mengingatkan Trump soal konstitusi Amerika. Dimana, yang menentukan perang itu ialah keputusan kongres bukan keputusan presiden.

"Terkadang kita lupa, tetapi beberapa dari kita belajar di sekolah bahwa kongres lah yang menentukan apakah negara ini akan berperang atau tidak, dan bukan presiden Amerika Serikat," tukasnya.