Cara Yura Yunita Merakit Ruang Kolaborasi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Diskusi Merakit Ruang Kolaborasi Yura Yunita. (Foto: Efony)

JAKARTA, HALUAN.CO - "Merakit", itulah lagu karya musisi Yura Yunita. Pesan yang bersifat universal dalam lagu tersebut bisa ditujukan kepada siapa saja tidak terkecuali teman-teman disabilitas. 

"Merakit, memiliki energi yang kuat, tiap-tiap elemen dari karya lagu tersebut memberikan pemahaman bahwa titik terendah dalam hidup akan selalu menjadi penguat di hidup kita, untuk terus maju dan bangkit melanjutkan hidup, merakit mimpi-mimpi kita," kata Yura.

Untuk rekaman audio Merakit, Yura juga mengajak teman netra untuk rekaman menjadi choir di lagu tersebut. Untuk pengarapan videonya Yura bekerja sama dengan Sutradara asal Yogyakarta, Raditya Bramantya (Bramsky).

Yura mengajak teman-teman disabilitas untuk terlibat peran di dalamnya. Video musik ini menerjemahkan cerita dan kata-kata menjadi sebuah rangkaian gambar yang memberikan semangat, kekuatan, dan, sebuah pesan bahwa kita semua mempunyai kurang dan lebih, tetapi keterbatasan bukanlah halangan untuk terus merakit mimpi kita.

Tidak hanya itu, banyak kolaborasi yang terjadi di atas banyak panggung seperti “Yura Merakit Konser Bandung, Yura Merakit Konser Jakarta” yang dapat teman-teman saksikan di YouTube.

Untuk pembuatan video lirik Merakit, Yura berkolaborasi dengan salah satu praktisi terbaik dalam bahasa isyarat, yaitu Bunda Galuh. Yura dan Bunda Galuh berusaha sebaik mungkin untuk memaparkan untaian kalimat-kalimat dalam lirik Merakit menjadi bahasa isyarat yang bermakna.

Kolaborasi ini adalah kesempatan bagi keduanya untuk memberikan edukasi tentang bentuk bahasa isyarat sastra, yaitu bahasa isyarat yang diperuntukkan mengisyaratkan sebuah lirik lagu atau puisi. Agar teman tuli dapat memahami dan memaknai karya musik, yang pengisyaratan kata-katanya berbeda dengan percakapan sehari-hari.

Video lirik Merakit berhasil menarik perhatian pendengar Yura begitu juga teman-teman tuli.

Dari semua bentuk kolaborasi yang melibatkan karya lagu Merakit, tercetus sebuah ide untuk membuat sebuah rangkain workshop yang dikhususkan untuk teman-teman disabilitas, yaitu Merakit Ruang Kolaborasi.

Ini bersamaan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional dan bertempat di Mbloc Space. Workshop yang dikhususkan untuk temen-teman disabilitas khususnya teman tuli dan netra ini, terbagi di dua hari yang berbeda di bulan Desember.

Workshop musik perkusi untuk teman tuli, memasak, bahasa isyarat, dan, workshop kecantikan akan diadakan pada 15 Desember 2019. Sedangkan workshop fotografi, videografi akan diadakan pada 20 Desember 2019, dan workshop ini diisi oleh para praktisi terbaik dari masing-masing bidang yaitu Touch and Play (perkusi), Parti Gastronomi (memasak) Raditya Bramantya (videografi).

Workshop bisa diikuti oleh teman-teman disabilitas dengan cara mendaftar, yang nantinya akan diinformasikan melalui akun media sosial Yura dan beberapa komunitas disabilitas di Indonesia.


Penulis: Efony Dialis


0 Komentar