Catatan untuk Andre Rosiade: Gerindra Anulir Calonkan dalam Pilgub Sumbar
Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade (Foto: harianhaluan)

JAKARTA, HALUAN.CO - Manajemen kontroversial untuk mendongkrak suara dan simpati masyarakat Sumatra Barat yang dilakukan anggota DPR Andre Rosiade ternyata malah berbuah nahas. Pahit! Padahal, selama ini manajemen konflik atau pencitraan lewat aksi-aksi kontroversial dapat mendulang suara.

Rupanya DPP Partai Gerindra merasa terganggu dengaan aksi Andre yang banyak blunder. Dimulai dari membuat konflik dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan mengajukan interpelasi karena gubernur setiap tahun kunker ke luar negeri.

Kasus terakhir, Andre yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar menjebak pelaku prostitusi daring untuk membuktikan bahwa di Kota Padang ada pelacuran.

Ironisnya, cara Andre tersebut bukan malah berbuah simpati tetapi malah berbuah hujatan. Karena menjebak pelaku prostitusi bukan tugas angggota DPR yang terhormat.

Heboh Isu Jebak PSK di Padang, Majelis Kehormatan Gerindra Akan Panggil Andre

Kini, Andre pun harus berhadapan dengan partainya. Walau tidak secara resmi Wakil ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco mengatakan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (7/2/2020), Andre tidak akan dicalonkan dalam Pilgub Sumbar 2020.

"Namun untuk keseimbangan di masyarakat, perlu diketahui DPP Partai Gerindra mempertimbangkan untuk tidak mencalonkan saudara Andre Rosiade sebagai gubernur Sumbar," ujar Dasco seperti dikutip dari Suara.com.

Jelas, Andre telah membuat tidak nyaman elite Gerindra dengan teman-temannya di PKS. Karena selama ini PKS dianggap sudah banyak 'mengalah' kepada Gerindra termasuk 'dikhianati' Prabowo Subianto usai Pilpres.

Kebetulan, dua elite di Sumbar yang menjadi sasaran tembak Andre adalah Irwan Prayitno dan Walikota Padang Mahyeldi, tokoh PKS yang sangat dihormati.

Andre dianggap sebagian kalangan telah melunjak. Durhaka! Anak kemarin sore tersebut dianggap ugal-ugalan tanpa memperhatian etika berpolitik dan keharmonisan di daerah.

Andre lupa dengan pernyataan Buya Hamka yang kira-kira begini,"Kalau mau nyari pelacuran di Mekkah juga ada kalau niat mencari."

Apalagi sekelas Kota Padang yang bukan Mekkah, pelacuran pasti ada.

Andre selama ini sebagai anak muda sepertinya terlalu mengebu-ngebu. Sangat bersemangat tetapi lupa dengan sopan-santun berpolitik.

Irwan Prayitno menganggap Andre sebagai anak. Walaupun Andre terus mengecamnya dan menghadiahi interpelasi. Suatu waktu Irwan mengatakan, "Andre itu seperti anak saya. Kalau dia lagi unjuk rasa ke DPR dia selalu mampir ke ruangan saya."

Entah apa maksud Irwan Prayitno tersebut. Irwan sebelum menjadi gubernur Sumbar dua periode dia juga adalah anggota DPR dan Pimpinan Komisi VI DPR.

Apakah Andre anak durhaka?