Cegah COVID-19 di Lapas, 38.822 Napi Telah Dilepaskan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi napi. (Foto: Ist)

-

AA

+

Cegah COVID-19 di Lapas, 38.822 Napi Telah Dilepaskan

Nasional | Jakarta

Senin, 20 April 2020 11:55 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Sebanyak 38.822 narapidana dan anak telah dikeluarkan dari lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) untuk menjalani asimilasi di rumah.

Mengapa ini penting: Mereka dibebaskan untuk mengikuti program asimilasi dan integrasi di rumah sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19 di lapas, rutan, dan lembaga pembinaan khusus anak (LPKA).

Konteks:

• Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

• Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Apa katanya: "Ini update data asimilasi dan integrasi narapidana dan anak pada tanggal 20 April 2020 hingga pukul 07.00 WIB," kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham Rika Aprianti di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Mereka yang dilepaskan:

• Sebanyak 36.641 orang keluar penjara melalui program asimilasi terdiri atas 35.738 narapidana dan 903 anak.

• Sebanyak 2.181 orang lainnya menghirup udara bebas melalui program hak integrasi, baik berupa pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun cuti menjelang bebas, dengan perincian 2.145 napi dan 36 anak.

Target: Adapun Kementerian Hukum dan HAM menargetkan jumlah narapidana dan anak yang dikeluarkan melalui program asimilasi dan integrasi sekitar 30.000 orang.

PB HMI: Perusahaan yang Jadi Mafia Kesehatan Cabut Saja Izinnya, Pelaku Dipenjara

Program pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak di lapas, rutan, dan LPKA di seluruh Indonesia akan berlangsung hingga pandemi COVID-19 di Indonesia berakhir.

Syarat pembebasan:

• Pertama, narapidana yang dua pertiga masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020, dan anak yang setengah masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020.

• Narapidana dan anak yang tidak terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tidak sedang menjalani subsider, dan bukan warga negara asing.

• Asimilasi dilaksanakan di rumah, serta surat keputusan asimilasi diterbitkan oleh kepala lapas, kepala LPKA, dan kepala rutan.

• Narapidana dan anak yang dibebaskan melalui integrasi (pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas), yakni telah menjalani dua pertiga masa pidana, serta anak yang telah menjalani setengah masa pidana.


0 Komentar