Cekcok Soal Celana Dalam, Driver Ojol Tikam Pacarnya Sampai Tewas
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Istimewa)

CIMAHI, HALUAN.CO - NS (31), seorang driver ojek online di Cimahi, terancam hukuman mati setelah dengan beringas menusuk-nusuk pacarnya Yoriance Bani (29) hingga tewas mengenaskan.

Kejadian tragis itu, semula saat pacasrnya baru pulang dari gereja. NS menyerang korban secara membabi buta setelah terbakar api cemburu. Insiden diawali cek cok antara keduanya karena NS enggan mengantar korban membeli pakaian dalam.

Kejadian itu terjadi di belakang Perum Baros Indah RT 02 RW 03 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi tak jauh dari kamar kosan keduanya tinggal.

Korban yang telah menjalin hubungan asmara dua tahun dengan NS meregang nyawa dengan luka 14 tusukan senjata tajam jenis belati di bagian pinggang, dada dan kepala.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, polisi menangkap NS sesaat setelah setelah menerima laporan dari keluarga korban.

Kepada polisi, pelaku NS mengaku gelap mata dibakar api cemburu menyangka korban pergi bersama pria lain.

Padahal korban pergi bersama saudaranya beribadat ke Gereja. Siang sebelum kejadian, korban meminta pelaku untuk mengantarnya membeli celana dalam ke sebuah mall di Kota Bandung.

Namun, pelaku saat itu menolak permintaan korban dan menyarankannya membeli celana dalam di toko online. Korban yang kecewa meninggalkan pelaku dan pergi ke kosannya yang letaknya tak jauh dari kosan pelaku.

"Pelaku datang ke kosan korban tetapi korban tidak ada di kosannya, karena tidak bertemu, selanjutnya pelaku pergi dan meninggalkan catatan di gagang pintu kosan korban, yang isinya menyangka korban pergi dengan pria lain," kata Yoris.

Setelah meninggalkan kosan korban, pelaku mangkal di sekitar Halte depan Puskesmas tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Disakunya sudah terselip sebilah belati yang selalu dibawanya berjaga-jaga.

"Tak lama korban turun dari mobil sambil menggendong keponakannya yang bernama Keyla, begitu melihat hal tersebut, emosi pelaku langsung memuncak. Pelaku langsung menusuk pinggang korban beberapa kali hingga tersungkur," ujarnya.

Bukannya menghentikan serangan, pelaku justru terus menusuk korban meski korban telah ambruk, tusukan mengenai dada bahkan kepala kekasihnya hingga meregang nyawa.

"Ketika korban terjatuh dan bersimbah darah pelaku tidak menghentikan tusukannya, tetapi malah menusuk lagi ke dada korban secara berulang kali serta menghantamkan pisau belati tersebut ke arah kepala bagian kanan dan kiri secara berulang kali," tutur Yoris.

Serangan membabi buta itu terhenti setelah kakak ipar korban yang menyaksikan peristiwa itu berusaha melerai. Namun pelaku malah berupaya menyerang dan kabur meninggalkan sang kekasih yang bersimbah darah.

Akibat perbuatannya NS dijerat pasal 338 KUHP junto pasal 354 junto pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan berujung nyawa melayang atau pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

"Kita terapkan pasal pembunuhan berencana karena tersangka sudah menyiapkan senjata untuk menganiaya korban dengan ancaman maksimal hukuman mati," tukasnya, dilansir dari Suara.