China Dinilai Sengaja Pancing Indonesia agar Kerahkan Kapal Perang ke Natuna

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. (FOTO: Antara)

-

AA

+

China Dinilai Sengaja Pancing Indonesia agar Kerahkan Kapal Perang ke Natuna

Nasional | Jakarta

Rabu, 15 Januari 2020 20:44 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Keberadaan kapal-kapal China yang masuk di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, dinilai sebagai upaya Negeri Tirai Bambu itu untuk memancing Indonesia mengerahkan kekuatannya di laut tersebut. 

Hal itu, menurut Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), Fauka Noor Farid, sengaja dilakukan China agar bisa masuk di wilayah perbatasan lainnya di Indonesia untuk melakukan kejahatan lain.

"Ini strategi China justru memancing kita, memberikan peluang kepada daerah-daerah yang lain lepas dari pengawasan angkatan laut. Menurut saya kita jangan sampai terfokus ke situ (Natuna)," kata Fauka dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

"Dengan menambah kapal perang kita dari Bakamla, ada daerah-daerah yang terlepas dari pengawasan. Berarti ada peluang. Misalnya dari KRI apa yang mengawasi wilayah selatan, semua ditarik fokus ke Natuna," sambungnya.

Indonesia Dapat Hibah Kapal Pengawas dari Jepang untuk Natuna

Fauka menjelaskan, penambahan kapal pengawas oleh Indonesia akan membuat wilayah perbatasan lainnya terlepas dari pengawasan. Kondisi ini, menurutnya, berbahaya karena memberikan peluang bentuk kejahatan perairan lainnya seperti penyelundupan narkotika, manusia, atau kejahatan lintas negara lainnya.

Dia menilai, hingga saat ini belum ada tanda-tanda keseriusan China untuk melarang seluruh nelayannya agar tidak memasuki wilayah ZEE perairan Natuna. Bahkan, sejak kedatangan Presiden Joko Widodo disinyalir nelayan China beserta coast guard yang mendampingi semakin banyak.

"China menambah kapal-kapal nelayan untuk masuk wilayah. Kalau enggak salah ada 34 atau 43 kapal nelayan. Ditambah 6 coast guard," ungkap Fauka.


0 Komentar