China Ucapkan Terima Kasih ke Indonesia karena Corona, Kok Bisa?
Ilustrasi virus corona. (FOTO: Shutterstock)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah China menyampaikan terima kasih kepada sejumlah negara sahabat, termasuk Indonesia, atas bantuannya di tengah mewabahnya virus corona baru atau 2019-nCoV di negara tersebut. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menyebut, ada 21 negara, termasuk Indonesia yang membantu negaranya dalam menghadapi wabah virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei tersebut.

Adapun 21 negara itu yakni Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Kazakhstan, Pakistan, Jerman, Inggris, Prancis, Hungaria, Belarusia, Turki, Iran, Uni Emirat Arab, Aljazair, Mesir, Australia, Selandia Baru, Trinidad and Tobago, dan UNICEF.

"Sumbangan itu bentuk belas kasih sayang mereka kepada kami yang sangat mendalam, antarteman saling membutuhkan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua," kata Hua Chunying, dilansir dari Antara, Kamis (6/2/2020).

Pemerintah Indonesia sebelumnya menjadi salah satu negara yang turut membantu China dalam menghadapi virus corona dengan mengirimkan beberapa masker dan alat kesehatan lainnya kepada negara Tirai Bambu tersebut.

Sejumlah bantuan itu ada yang dikirimkan melalui pesawat Garuda Indonesia ke Beijing dan ada yang dibawa langsung pesawat Batik Air saat menjemput 238 warga negara Indonesia dari lokasi episentrum wabah 2019-nCoV Wuhan, Provinsi Hubei, pada Sabtu (1/2/2020).

Dampak Virus Corona ke Ekonomi RI, Luhut: Tumbuh 5 Persen Saja Sudah Bagus

Hua Chunying mengatakan, angka kesembuhan wabah penyakit pneumonia karena terjangkit virus corona di China sudah mencapai angka 1.020 orang yang boleh meninggalkan rumah sakit.

Hal itu yang membuat Beijing menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sejumlah negara sahabat, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data otoritas kesehatan setempat (NHC) yang dilansir dari Antara pada Kamis (6/2/2020) pagi, angka kesembuhan itu jauh melampaui angka kematian yang mencapai 493 orang.

Namun, masih ada 3.219 orang lagi yang saat ini dalam kondisi kritis setelah terinfeksi virus jenis baru 2019-nCoV tersebut.

Jumlah orang yang positif mengidap 2019-nCoV juga telah mencapai 24.447, sementara yang berstatus terduga sebanyak 23.260 orang.