Chloroquine: Sudah Terbukti untuk Mengatasi Corona?
Apakah Chloroquine sudah terbukti untuk coronavirus? (Sumber: LiveScience)

Sejak Presiden Jokowi memesan 3 juta chloroquine, harga chloroquine melambung tinggi hingga menembus jutaan.

Apa itu chloroquine?

Chloroquine adalah sebuah obat yang ditemukan pada tahun 1940an yang digunakan untuk mengobati malaria. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati artritis reumatoid dan lupus yang di mana keduanya merupakan penyakit autoimun.

Apakah hydroxychloroquine sama dengan chloroquine?

Hydroxychloroquine merupakan derivat dari chloroquine di mana hydroxychloroquine memiliki struktur kimiawi dan mekanisme yang sama dengan chloroquine sehingga potensinya untuk menjadi obat corona juga sedang dilihat. Obat yang disetujui oleh digunakan secara medis pada tahun 1955 ini digunakan untuk mengobati malaria, artritis reumatoid dan juga lupus.

Bagaimana cara kerja chloroquine mengatasi corona?

Studi menemukan bahwa chloroquine yang merupakan basa lemah dapat meningkatkan pH dari sel yang merupakan senyawa asam sehingga dapat menganggu fusi atau bertemunya virus dan sel kita. Mereka juga menganggu perpindahan virus dari satu bagian sel ke bagian lainnya yang penting untuk replikasi virus.

Apakah sudah terbukti untuk mengatasi corona?

Banyak studi yang melaporkan efektivititas pada mencit atau tikus percobaan dan ada beberapa studi yang mulai mencobakan langsung kepada pasien yang terkena corona dan hasilnya baik. Namun, perlu diingat bahwa belum ada rekomendasi resmi dari World Health Organization (WHO) atau Food and Drug Administration (FDA) tentang pengunaan obat ini sebagai obat corona karena belum adanya studi yang mumpuni untuk membuktikan efektivitasnya serta efek samping choloquine yang berat.

Terdapat perbedaan yang sangat besar antara cara kerja obat pada uji coba eksperimental dan manusia

Apakah primaquine atau dihydroartemisinin/piperaquine (DHP) sama dengan chloroquine?

Ketiga obat yang disebutkan diatas merupakan satu golongan yang sama untuk mengobati malaria namun ketiganya memiliki cara kerja yang berbeda sehingga tidak memiliki potensi untuk mengobati corona kecuali chloroquine.

Apa saja efek samping chloroquine?

Efek samping chloroquine tergolong berat di mana chloroquine dapat mengakibatkan kejang, tuli, mual dan muntah, diare, sakit kepala, rasa logam di mulut, kebutaan, gangguan sel-sel darah dan bahkan dapat mengakibatkan kematian dalam waktu 2.5 jam akibat overdosis.

Siapa saja yang perlu mengkonsumsi chloroquine?

Pasien yang dirawat inap dengan corona berat dengan indikasi pemberian dan pengawasan oleh tenaga ahli. Apabila Anda tidak bergejala atau hanya memiliki gejala ringan saja, sangat tidak dianjurkan untuk membeli sendiri dan meminum sendiri chloroquine tanpa resep dokter. Lakukanlah social distancing, work from home dan rajin mencuci tangan.

Update Virus Corona: Apakah Sudah Ada Obatnya?

Sangat tidak disarankan untuk membeli choloroquine apalagi bila Anda hanya ingin berjaga-jaga. Kepemilikan, pembelian, dan penjualan obat keras tanpa izin atau resep dokter adalah tindakan pidana dengan ancaman penjara dan denda yang berat.

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel