Corona Belum Mengancam Industri Batubara
Tongkang batubara (Foto: ESDM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono di Kompleks Parlemen, Jakarta, belum lama ini memastikan industri batubara belum terganggu akibat merebaknya virus corona baru. Pengiriman batubara ke China masih berjalan dan tidak ada gangguan.

"Ekspor selama ini masih dijadikan sebagai kebutuhan energi pembangkit, bukan barang industri. Kurang lebih 30 persen dari total produksi batubara Indonesia diekspor ke China," ujar Gatot.

Namun, bila penyebaran corona di China berlangsung lama dan tidak bisa dicegah, kemungkinan ekspor batubara ke China bisa saja terganggu. Sejauh ini, kata Gatot, belum ada perusahaan yang lapor akan mengurangi produksi.

"Kalau sudah enam bulan baru kelihatan. Saya ngak tahu selesai kapan (virusnya). Kita lihat nanti," ujarnya.

Geger Ribuan Burung Gagak Terbang di Atas Kota Wuhan Diduga Cari Mayat Korban Corona

Dikutip dari DW Indonesia seejumlah perusahaan China kini berusaha mencari pinjaman bank akibat kerugian tiba-tiba setelah merebaknya corona. Setidaknya sekira 300 perusahaan China itu membutuhkan suntikan dana mencapai USD8,2 miliar.

Berhentinya produksi, penutupan kota dan lumpuhnya distribusi mengakibatkan ekonomi tidak berjalan. Seperti peerusahaan raksasa pengiriman makanan Meituan Dianping, pembuat smartphone Xiaomi Corp, dan penyedia jasa kendaraan Didi Chuxing Technology Co, disebut-sebut membutuhkan bantuan dana segar.