Corona Tak Jadi Penghalang Pautkan Dua Hati dalam Jalinan Pernikahan

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Pasangan pengantin Ryan Andika dan Tiwi bin Suwandi usai akad nikah. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Virus corona atau Covid-19 yang saat ini tengah mewabah di Indonesia tidak menjadi penghalangan bagi pasangan untuk menyatukan hati mereka dalam jalinan pernikahan.

Memang pemerintah tidak melarang bagi pasangan yang akan melakukan pernikahan selama masa wabah corona. Hanya yang dilarang melakukan resepsi pernikahannya.

Seperti yang dilakukan dua pasangan pengantin, yaitu Ryan Andika dan Tiwi bin Suwandi yang melangsung di Purbalingga Jawa Tengah, dan pasangan Tatang Purwanto dan Navisa Irmayasari di Temanggung Jawa Tengah.

Prosesi pernikahan Ryan Andika dan Tiwi bin Suwandi berlangsung sederhana di halaman kantor Desa Gunungwuled kecamatan Rembang, Purbalingga, Rabu (01/04/2020).

“Mempelai laki-laki bernama Ryan Andika, warga Lampung, pengantin perempuan Tiwi bin Suwandi asli Dusun Bawahan,” kata Kepala Desa Gunungwuled Kecamatan Rembang, Nashirudin Latif, Rabu (01/04/2020) sore, dikutip Krjogja.

Pernikahan dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Pasangan mempelai beserta penghulu, wali, saksi, serta keluarga yang hadir harus menggunakan alat pelindung diri (APD) sederhana berupa jas hujan dan masker.

Tempat duduk pengantin laki-laki dan perempuan berjarak sekitar satu meter. Para saksi pun diberi jarak dua meter dari meja pengantin dan keluarga sekitar lima orang duduk lebih jauh lagi dibelakang penghulu.

Prosesi pernikahan hanya disaksikan tujuh orang saja. Tidak satupun warga desa itu yang menyaksikan prosesi pernikahan tersebut.

“Kebetulan di depan balai desa ada puskemas pembantu. Jadi saat pelaksanaan juga terdapat petugas medis,” ujarnya.

Sebelum prosesi pernikahan, pengantin laki-laki beserta keluarganya diisolasi dan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu selama tiga hari di Balai Desa.

Sedangkan mempelai perempuan warga Dusun Bawahan yang sedang diisolasi, kendati bukan termasuk warga yang kontak langsung dengan pasien positif corona.

“Habis ijab qobul kedua mempelai pamitan langsung pamitan dan berangkat ke Lampung,” ujanya.

Diungkapkan Latif, pelaksanaan pernikahan itu tidaklah berjalan mulus karena sempat ditolak warga dusun Bawahan.

“Masyarakat menolak pelaksanaan prosesi itu. Itu sebabnya itu pernikahan kami pindahkan ke depan balai desa,” tuturnya.

Viral di Medsos

Sedangkan prosesi pernikahan Tatang Purwanto dan Navisa Irmayasari di Temanggung Jawa Tengah, 26 Maret 2020 viral di media sosial (medsos).

Proses pernikahan itu menjadi viral setelah peristiwa tersebut diposting anak sang Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) melalui akun Twitter @NoviaFM.

Novia mengaku jika ayahnya lah yang menjadi penghulu di acara akad nikah tersebut. Prosesi akad nikah itu berlangsung di KUA Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah.

Dalam prosesi pernikahan itu, pasangan pengantin perempuan dan wali memakai masker dan jas hujan plastik warna merah. Sedangkan penghulu memakai masker dan sarung tangan. Kemudian kedua saksi yang jaraknya berjauhan memakai masker.

“Itu sebetulnya biasa, pernikahan yang biasa. Hanya waktu saya datang sudah ditunggu dokter Puskesmas,” kata Kepala KAU Ngadirejo yang menjadi penghulu pernikahan itu ketika dihubungi wartawan, Selasa (31/3/2020).

Dijelaskan Muhlisun, calon pengantin laki-laki berasal dari Wonosobo. Sedangkan peraturannya, jika calon pengantin dari luar daerah maka harus melapor ke Puskesmas.

Muhlisun mengakui, saat menikahkan pasangan pengantin itu dia memakai masker dan sarung tangan serta berjarak sebagaimana prosedur yang ada.

Ngebet Nikah di Tengah Corona, KUA Buka Pendaftaran secara Online

Sedangkan yang memakai jas hujan yakni wali dan dua pengantin. Kemudian, kedua saksi duduk dengan jarak yang lebih jauh dari biasanya.

Kemudian tersedia juga hand sanitizer untuk digunakan para tamu sebelum masuk ke dalam ruangan.

Dia juga tidak tahu kalau prosesi pernikahan yang dipimpinannya menjadi viral di medsos.

"Saya juga mesakake (kasihan), nggak tahu kalau viral ya. Setelah sampai di rumah, terus adik saya ngirim foto itu. Saya nggak foto, tahu-tahu fotonya menyebar,” ujarnya.

Edaran Kementerian Agama

Sejak mewabah virus corona di Indonesia, Kementerian Agama melalui Dirjen Bimas Islam mengeluarkan surat edaran terkait pengaturan pernikahan selama wabah corona terjadi.

Dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No: P-002/DJ.III/H.k.00.7/03/2020 diatur tatacara proses pernikahan. Setidaknya ada hal penting yang diatur dalam surat edaran tersebut.

Pertama, membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.

Kedua, calon pengantin (catin) dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker.

Ketiga, petugas, wali nikah dan catin Laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.


0 Komentar