Corona Terus Memakan Korban, Elite Terus Produksi Istilah

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Jembatan penyeberangan di Jakarta kini sepi karena masyarakat banyak di rumah (Foto: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Corona Terus Memakan Korban, Elite Terus Produksi Istilah

News | Jakarta

Selasa, 31 Maret 2020 10:34 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ketika rakyat di bawah panik dan ketakutan, elite di pusat dan daerah terus saja bersengketa mengenai istilah. Padahal rakyat tak perlu dengan istilah tersebut. Rakyat yang penting sehat dan bisa makan!

Sementara di pusat dan di daerah elite pemerintah atau tokoh masyarakat sibuk dengan argumennya masing-masing. Mulai dari social distancing, phisycal distancing, lockdown, karantina wilayah hingga yang terakhir pembatasan sosial berskala besar dan istilah darurat sipil.

Istilah itu mungkin produktif kalau disosialisasikan dua bulan lalu. Sementara sekarang? Masyarakat tak hirau lagi karena mereka dengan kepanikannya sibuk pulang kampung dan di daerah pun mereka dicurigai karena khawatir bawa penyakit dari Jakarta.

Kominfo yang seharusnya berada di garda depan menyebar informasi positif dan pendidikan ke masyarakat seolah gagap. Padahal setiap orang di zaman kiwari di tangannya tergenggam handpone atau smartphone. Malah Kominfo menggelar ajang lomba cipta game #DirumahAja. Hadeuh!

Kominfo Gandeng Agi dan Clevio Gelar Ajang Cipta Game #DariRumahAja

Mumpung masih anget ini ucapan Presiden Jokowi yang mengeluarkan istilah baru yaitu pembatasan sosial bersekala besar (PSBP) agar tidak kagok dengan istilah karantina wilayah, sepertinya perlu dibahas di sini merujuk pada UU No 6 Tahun 2018. Siapa tahu bisa membantu pemahaman masyarakat.

Pembatasan Sosial Berskala Besar:

  • Definisi: Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.
  • Konsekuensi: Pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas kebutuhan hidup orang banyak, termasuk makanan hewan ternak, selama masa pembatasan sosial.

Karantina Wilayah:

  • Definisi: Pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah pintu masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.
  • Konsekuensi: Sebaliknya pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas kebutuhan hidup orang banyak, termasuk makanan hewan ternak, selama karantina wilayah.

Uniknya, ketika pusat sibuk berwacana, daerah sudah mengambil inisiatif sendiri dengan mengacu pada UU Karantina. Mereka berinovasi dengan kewenangannya masing-masing dan anggarannya masing-masing.

Bahkan inisiatif tidak hanya di tingkat provinsi sampai kota tetapi juga banyak daerah yang melakukan pembatasan sosial sampai di tingkat desa dan kampung. Masyarakat berinisiatif sendiri karena menunggu aturan dari pusat yang mewacanakan peraturan pemerintah (PP) sampai sekarang belum juga terbit.


0 Komentar