Covid-19 Membuat Indonesia Makin Jauh Masuk 'Perangkap Utang', Menkeu Terbitkan Surat Utang Baru
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Sindonews.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah baru saja menerbitkan obligasi global atau surat utang global dengan nilai US$ 4,3 miliar atau Rp 68,8 triliun (kurs Rp 16.000). Surat utang ini merupakan surat utang denominasi dolar AS terbesar sepanjang sejarah yang diterbitkan pemerintah Republik Indonesia (RI).

Mengapa ini penting: Pandemi virus Corona (Covid-19) telah membuat keuangan negara dan perekonomian Indonesia babar belur. Dalam memerangi Covid-19 pemerintah telah menggelontorkan tambahan dana Rp 405.1 miliar. Berbagai cara dilakukan untuk menyelamatkan defisit keuangan negara diantaranya pemerintah tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 kepada Aparatur Sipil Negara. Terbaru pemerintah menerbitkan obligasi global atau surat utang global dengan nilai US$ 4,3 miliar atau Rp 68,8 triliun dengan tenor 50 tahun yang merupakan surat utang denominasi dolar AS terbesar sepanjang sejarah yang diterbitkan pemerintah Indonesia.

Konteks: Dengan penerbitan obligasi global atau surat utang global dengan nilai US$ 4,3 miliar atau Rp 68,8 triliun (kurs Rp 16.000) dengan tenor 50 tahun, maka hutang indonesia dipastikan akan bertambah besar.

  • Hingga akhir Januari 2020 kemarin, utang luar negeri Indonesia (negara dan swasta) mencapai US$410,8 miliar atau Rp6.115,6 triliun (Kurs Rp14.887 per dolar AS).
  • Perhatian untuk kesejahteraan rakyat dipastikan tidak prioritas, karena pemerintah harus membayar kewajiban cicilan hutan dan bunganya.
  • Terlalu banyak utang dinilai bisa menyebabkan krisis ekonomi, seperti pada krisis ekonomi 1997 yang bermula dari ketakukan pasar, bahwa swasta Indonesia tidak akan bisa membayar utang-utangnya.
  • Negara dagang Indonesia akan terus mengalami defisit, lebih banyak impor daripada ekspor.
  • Aliran dana asing berjangka pendek (hot maney) ke Indonesia akan semakin banyak yang bisa suatu waktu mudah ditarik ke luar negeri.
  • UMKM menjadi salah satu sektor penyelamat krisis moneter pada 1997-1998.

"Ini penerbitan terbesar di dalam sejarah penerbitan US dolar bond oleh pemerintah Republik Indonesia," kata Sri Mulyani dalam teleconference pada Selasa (7/4/2020) lalu.

Imbas Corona, Skenario Terburuk Pertumbuhan Ekonomi RI Negatif 0,4 Persen

Tiga jenis surat utang:

  • Pertama, RI 1030 dengan tenor 10,5 tahun dengan nilai US$ 1,65 miliar dengan yield 3,90%.
  • Kedua, RI 1050 bertenor 30,5 tahun dengan nilai US$ 1,65 miliar. Obligasi ini memiliki yield 4,2%.
  • Ketiga, RI 0470 dengan jatuh tempo 50 tahun. Nilai yang diterbitkan US$ 1 miliar dengan yield 4,50%.

"Kami menerbitkan ini dalam rangka menjaga pembiayaan secara aman dan sekaligus menambah cadangan devisa bagi BI," katanya.

Indonesia negara pertama: Obligasi ini merupakan yang pertama diterbitkan sejak COVID-19 diumumkan. Indonesia menjadi negara pertama yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemi COVID-19 terjadi.

Untuk diketahui sejak pandemi diumumkan Februari sampai Maret tidak ada satu negara pun di Asia yang masuk global bond karena volatilitas dan gejolak yang besar.

Tenor 50 tahun: Pertama Kalinya Indonesia menerbitkan Surat Utang Tenor 50 Tahun. Dari tiga macam surat utang ini terdapat surat utang dengan tenor 50 tahun. Ini adalah jenis surat utang baru yang diterbitkan pemerintah.

"Kemudian SBN seri yang ketiga, dan ini adalah seri baru yang belum diterbitkan sebelumnya adalah RI 0470. Jatuh tempo atau tenor 50 tahun yaitu jatuh tempo 15 April 2070 besarnya US$ 1 miliar dengan tingkat yield 4,5%," ujar Menkeu.

Kepercayaan investor: Adanya surat utang ini diklaim pemerintah bisa menunjukkan kepercayaan investor terhadap rekam jejak dan pengelolaan keuangan pemerintah.

  • Penerbitan tenor 50 tahun yang pertama kali dilakukan Republik Indonesia juga merupakan tenor terpanjang yang dilakukan pemerintah. IIni secara implisit menunjukkan kepercayaan investor terhadap track record dari kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara. Pemanfaatan tenor 50 tahun ini, karena preferensi investor global tenor bond jangka panjang cukup kuat.

Surat utang khusus: Selain menerbitkan surat utang global dengan nilai US$ 4,3 miliar atau Rp 68,8 triliun, pemerintah akan menerbitkan surat utang khusus untuk pelaku UMKM yang terbukti mengalami kesulitan likuiditas akibat pandemi Covid-19.

  • Surat utang khusus ini menjadi tambahan bagi pelaku UMKM mendapat likuiditas yang berasal dari kredit usaha rakyat (KUR).
  • Surat utang ini juga meminimalisir terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) sektor UMKM, karena UMKM menjadi salah satu sektor penyelamat krisis moneter pada 1997-1998.
  • Likuiditas akan diberikan kepada nasabah yang mengalami kesulitan kebutuhan pembiayaan rutin, terutama pembayaran gaji agar PHK bisa dicegah.

Memetakan UMKM: Pemerintah tengah memetakan UMKM mana saja yang perlu mendapatkan akses pada surat utang khusus ini. Salah satu syarat yang ditetapkan pemerintah salah satunya adalah kepatuhan pajaknya tinggi.

  • Realisasi KUR sudah 18,28% atau Rp 34,94 triliun dari Rp 190 triliun per 29 Februari 2020.

"Kami mendukung melalui program ini, yaitu dengan cara pemerintah akan menerbitkan bond yang akan diberikan atau mampu di-channel-kan bagi nasabah UMKM existing, atau KPR, atau kredit motor yang sedang mengalami kesulitan," kerja Menkeu Sri Mulyani saat Rapat Kerja raker) bersama Komisi XI DPR secara virtual, Jakarta, Senin (6/4/2020) lalu.


0 Komentar