Dahnil Anzar: Tak Perlu Berterima Kasih pada Prabowo, Sudah Kewajiban

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menhan RI Prabowo Subianto mendistribusikan APD dan masker bagi tenaga kesehatan dan petugas medis di Halim Perdana Kusuma. (Foto: Kemhan RI)

-

AA

+

Dahnil Anzar: Tak Perlu Berterima Kasih pada Prabowo, Sudah Kewajiban

Nasional | Jakarta

Senin, 23 Maret 2020 16:33 WIB


JAKARTA, HALUAN - Juru Bicara dan Staf Khusus Menteri Pertahanan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, tak perlu berterima kasih pada Prabowo. Karena, itu sudah menjadi kewajiban. 

"Gak perlu (berterima kasih). Itu kewajiban. Tidak ada yang luar biasa," tulis Dahnil A Simanjuntak lewat akunnya @Dahnilanzar di twitter, Senin (23/3/2020) sore.

Dahnil menyatakan itu untuk menjawab pertanyaan seorang netizen dengan akun @AkunDanny yang menulis, "Boleh gak dibilang 'Terima Kasih Pak Prabowo' 🙏🏻,".

Dahnil juga memberi penjelasan kepada Muhammad Said Didu, terkait bantuan APD (Alat Pelindung Diri) dan masker kesehatan yang dibawa dari China dan diangkut oleh pesawat TNI AU. Menurutnya, APD dan masker yang diserahkan hari ini, Senin (23/3/2020) merupakan hibah G to G.

"Dari kami. resmi. yang diambil Kemhan dengan pesawat TNI memang hibah G to G, masa saya harus sebut beli. Kemhan sudah pesan yang beli dari Sritex sebanyak 20 ribu, sedang percepatan produksi. dan Fokus Menhan bantu para dokter dan tenaga medis yang didepan. Itu saja," jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Dahnil, saat ini semua negara berusaha mendapatkan dan memproduksi APD dalam jumlah besar. Indonesia pun berusaha mendapatkannya darimana saja, baik yang harus di impor (beli atau hibah), maupun mendesak pabrik-pabrik dalam negeri memproduksi massal seperti Sritex. Semua upaya dilakukan demi memenuhi APD.

Dahnil juga menekankan pesan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat penyerahan ribuan APD dan masker tersebut secara resmi di Halim Perdanakusuma. "Tadi Menhan @prabowo menyatakan, kita singkirkan dulu perbedaan sikap politik. Ini saatnya bergotongroyong. Kami kemhan dan TNI berusaha membantu semua yang bisa kami kerjakan untuk membantu pejuang-pejuang terdepan, para dokter, tenaga medis," katanya.

Menhan, katanya, juga aktif berkomunikasi dengan para menhan di luar negeri, termasuk Menhan Tiongkok untuk saling membantu, karena semua membutuhkan APD. Dan, mereka siap saling membantu termasuk terkait APD.

Selain dari luar negeri, menurut Dahnil, Prabowo juga menelpon langsung pabrik-pabrik DN, salah satunya adalah Sritex untuk segera memproduksi massal dan mempercepat APD. Saat ini sudah dimulai dan dikirimkan perlahan kepada yang membutuhkan.

Untuk yang akan dibeli tersebut, Menhan minta pabrik seperti Sritex memproduksi massal. Prabowo pun memesan langsung 20.000 ribu untuk tahap pertama dan berangsur akan dikirimkan.

"Jadi, please, sobat yang ingin berpartisipasi. #bertahandirumah kita semua berbagi tugas. Dan tetap menjaga kebersihan. Saat ini kita butuh semangat tolong menolong, anda bertahan di rumah, itu sudah sangat membantu "pejuang-pejuang kita" para dokter yang ada di garis terdepan," pinta Dahnil.


0 Komentar