Damar Juniarto: WhatsApp Ravio Patra Diretas

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ravio Patra. (FOTO: SAFEnet)

-

AA

+

Damar Juniarto: WhatsApp Ravio Patra Diretas

Nasional | Jakarta

Kamis, 23 April 2020 11:20 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto, mengungkapkan, aplikasi WhatsApp milik peneliti kebijakan publik, Ravio Patra diretas oleh pihak yang belum diketahui. Damar menyampaikan hal itu setelah Ravio dikabarkan ditangkap oleh kepolisian pada Rabu (22/4/2020) malam. 

Mengapa ini penting: Ada pihak yang tidak diketahui melakukan peretasan terhadap nomor ponsel Ravio Patra. Akibat peretasan itu, nomor WhatsApp milik Ravio Patra mengirimkan pesan bernada provokatif.

"Iya benar diretas," kata Damar kepada Haluan.co saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2020).

Konteks:

• Ravio dikabarkan ditangkap polisi pada Rabu (22/4/2020) malam hari. Penangkapan itu dilakukan beberapa saat setelah ponsel miliknya diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

• Ravio Patra merupakan seorang aktivis sekaligus peneliti dan pemerhati masalah sosial yang bekerja sebagai perencana/strategis di sebuah media massa internasional di Jakarta. Ia kerap melakukan kritik tajam terhadap sejumlah pihak. Karena hal itu, Ravio pernah menjadi korban pasal karet UU ITE pada 2017 silam akibat mempertanyakan rekam jejak Wempy Dyocta Koto, yang mengklaim diri sebagai motivator, pebisnis, dan konsultan bisnis dengan pangsa pasar internasional.

Kronologi kejadian:

• Pada 22 April 2020 sekitar pukul 14.00 Ravio Patra melaporkan kepada Damar kalau ada yg meretas aplikas WhatsApp miliknya. Saat menghidupkan aplikasi WhatsApp, muncul tulisan: You've registered your number on another phone. Dicek ke pesan inbox SMS, ada permintaan pengiriman OTP.

• Damar lalu meminta Ravio untuk segera melaporkan ke Whatsapp, dan akhirnya oleh Head of Security Whatsapp dikatakan memang terbukti ada pembobolan.

"Pelaku pembobolan menemukan cara mengakali nomer mereka untuk bisa mengambil alih Whatsapp yang sebelumnya didaftarkan dengan nomor Ravio. Karena OTP dikirim ke nomer Ravio, besar kemungkinan pembobol sudah bisa membaca semua pesan masuk lewat nomer tersebut," jelas Damar.

Pesan bernada provokatif:

• Whatsapp milik Ravio akhirnya berhasil dipulihkan setelah dua jam. Selama dikuasai peretas, pelaku menyebarkan pesan palsu berisi sebaran provokasi.

• Bunyi pesan itu adalah: KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR! AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH

"Saya katakan motif penyebaran itu adalah plotting untuk menempatkan Ravio sebagai salah satu yang akan membuat kerusuhan," ungkap Damar.

Mengumpulkan bukti-bukti: Ravio diminta untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan semua bukti untuk memeriksa perangkat tersebut lebih lanjut.

Dicari OTK: Ravio mengaku dicari orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 19.14 WIB. Kabar itu disampaikan oleh penjaga indekos Ravio.

"Saya instruksikan Ravio untuk matikan handphone dan cabut batere, lalu pergi ke rumah aman. Sudah lebih 12 jam tidak ada kabar. Baru saja saya dapat informasi, Ravio ditangkap semalam oleh intel polisi di depan rumah aman. Jaga teman, jaga kawan," tegas Damar.

Staf Khusus Milenial dan Konflik Kepentingan

YLBHI laporkan ke Polda Metro:

• Tim LBH Jakarta dan LBH Pers melakukan pelaporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus Ravio Patra. YLBHI bagian dari tim tersebut.

• YLBHI baru mendapatkan laporan terkait Ravio tadi pagi. Sementara Ravio ditangkap semalam.

"Belum ada yg sampai ke sana (Polda Metro)," kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati, kepada Haluan.co.


0 Komentar