Dampak Masturbasi Terhadap Tubuh Anda
Masturbasi Masih Menjadi Sebuah Hal Yang Tabu Untuk Diperbicarakan (Sumber: Neuron)

Banyak yang masih menganggap masturbasi merupakan sebuah hal yang tabu untuk dibicarakan. Tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa masturbasi memiliki banyak dampak negatif terhadap kesehatan. Mari kita luruskan persepsi tersebut.

MASTURBASI didefinisikan sebagai cara menstimulasi sendiri genital sampai terjadinya orgasme. Kegiatan ini merupakan sebuah aktivitas yang lazim dan merupakan sebuah perilaku seksual aktivitas yang natural dan aman untuk dilakukan. Terdapat banyak sekali mitos atau stigma yang menganggap masturbasi itu suatu hal yang “jelek” atau “tidak pantas untuk dilakukan”.Yang perlu Anda ketahui adalah: Apakah Anda melakukan masturbasi atau tidak tergantung kepada Anda dan hanya Anda seorang.Apabila Anda tidak melakukan masturbasi, tidak ada dampak negatif dan apabila Anda melakukannya, Anda tidak perlu khawatir karena tidak ada dampak negatif terhadap kesehatan fisik Anda. Di bawah ini merupakan hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang masturbasi.Sebenarnya pada saat anak-anak, Anda sudah bermain dengan genital sendiri pada usia 2-6 tahun atau disebut juga dengan fase genital sesuai dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Fase ini muncul ketika gairah seksual muncul kembali.Sebuah penelitian menemukan bahwa remaja berusia 14-17 tahun di Amerika Serikat di mana sekitar 74 persen laki-laki dan 48 persen perempuan melakukan masturbasi. Di rentang usia 57-64 tahun, 63 persen laki-laki dan 32 persen perempuan bermasturbasi.

Masturbasi dapat membantu melepaskan beberapa hormon seperti dopamine, endorfin, oksitosin dan testosteron. Dari hormon-hormon ini, terdapat banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari masturbasi.

Dopamin, endorfin, dan oksitosin merupakan hormon yang mengatur kebahagiaan yang bermanfaat untuk menurunkan stress, membantu relaksasi dan mengeratkan hubungan dengan orang-orang sekitar. Hormon-hormon ini lah yang dapat membantu Anda merasa lebih “membaik” ketika mood Anda sedang tidak baik.

Dari pengaruh oksitosin dan endorfin yang dapat membantu Anda untuk tidur terutama saat Anda sedang stres maka masturbasi dapat membantu Anda untuk lebih gampang tidur. Selain itu, kehidupan seksual Anda dapat meningkat dengan masturbasi yang reguler (walaupun Anda sudah berpasangan!).

Namun, masturbasi dapat menyebabkan perasaan negatif dalam diri sendiri. Beberapa orang merasakan bahwa masturbasi sebuah dosa, tabu atau stigma sehingga seseorang dapat merasakan rasa percaya dirinya turun, merasa bersalah, malu, ansietas hingga membenci diri sendiri. Apabila Anda merasakan hal-hal seperti ini, tidak ada masalah untuk tidak melakukan masturbasi sama sekali.

Apabila jadwal masturbasi Anda atau memikirkan tentang masturbasi menganggu kehidupan sehari-hari, mungkin Anda sudah kecanduan dengan masturbasi. Kecanduan terhadap masturbasi dapat menganggu hubungan sehari-hari serta mengacaukan aktivitas sehari-hari seperti produktivitas kerja atau sekolah.

Berikut Fakta-Fakta Mencuci Tangan yang Wajib Anda Ketahui!

Hubungan antara kanker prostat dengan masturbasi masih kontroversial begitu pula dengan pengaruh masturbasi dengan performa seorang atlet sebelum kompetisi. Banyaknya variasi antara studi mengakibatkan konflik antara satu ahli dengan yang lain sehingga belum dapat dipastikan hubungannya.

Jangan lupa untuk klik instagram dan youtube neuron untuk mendapatkan informasi medis terkini melalui animasi yang menarik!

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel


0 Komentar