Dana Desa Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona, Kemendes Minta Setiap Desa Harus Punya Program!
Dirjen Pembangunan dan Pemberdayan Masyarakat Desa (PPMD) Taufik Madjid (Foto: BNPB)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) mengatakan telah mengambil langkah-langkah terkait kebijakan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Salah satunya soal penggunaan dana desa.

"Pertama, dana desa yang ditransfer oleh pemerintah pusat ke desa, yang harus dipedomani adalah untuk menjaga dan tetap terjaga ekonomi masyarakat di pedesaan, maka dana desa wajib digunakan untuk padat karya tunai dengan skema swakelola," kata Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Taufik Madjid dalam konferensi per yang disiarkan live lewat YouTube BNPB, Sabtu (21/3/2020).

Taufik menjelaskan padat karya tunai dimaksudkan untuk masyarakat desa yang miskin, menganggur, setengah menganggur, dan kelompok marginal lainnya agar tetap punya akses mendapatkan upah dalam pekerjaan padat karya tunai di desa. Hal itu supaya bisa menjaga kesinambungan ekonomi di desa.

"Menteri desa atas perintah Pak Presiden sudah mengeluarkan surat edaran, bahwa dana desa yang sudah cair dimanfaatkan penggunaannya untuk pelaksanaan program padat karya tunai di desa dengan skema upah pekerja di bayar secara harian. Ini menjaga agar masyarakat tetap mendapat pendapatan," ujarnya sambil mengingatkan dalam aktivitas padat karya harus mengikuti protokol menjaga jarak 1,5-2 meter.

Kedua, untuk pencegahan penyebaran virus Corona, Taufik mengatakan dana desa bisa digunakan. Aturan itu tertuang dalam Permendesa Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pedoman Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

"Secara eksplisit ditekankan bahwa dana desa bisa dipakai untuk langkah-langkah pencegahan di bidang pelayanan sosial dasar khususnya bidang kesehatan masyarakat desa, antara lain kampanye pola hidup sehat dan bersih di desa. Artinya, Permendesa telah berikan peluang agar dana desa bisa untuk kita menjaga, mencegah berbagai macam aspek khususnya, terkait saat ini meluasnya virus Corona," ujarnya.

Mendagri Siapkan Gedung Diklat Kemendagri di Berbagai Daerah untuk Rawat Pasien Corona

Progam pencegahan

Dalam kesempatan itu, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT Taufik Madjid berharap seluruh pihak berperan dalam mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Kemendes PDTT meminta setiap desa membuat program pencegahan virus Corona.

"Kalau program virus Corona ini belum ada saya mintakan untuk musyawarah bersama untuk dimasukkan program pencegahan," katanya.

Dia mengatakan pendanaan terkait program pencegahan virus Corona itu bisa menggunakan dana desa. Ia berharap dana desa itu bisa segera disalurkan.

"Dana desa ini seluruh desanya mendapatkan dana desa. Ada 74.850 desa di 34 provinsi. Ini yang kita minta kan agar segara bisa di arrive supaya bisa digunakan dengan cepat untuk kita antisipasi meluasnya atau eskalasi yang tinggi dari virus Corona ini," ucapnya.

Selain itu, ia meminta lingkungan RT/RW ikut aktif berperan dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Ia mengatakan lingkungan RT/RW harus mengikuti pedoman kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Seluruh persiapan dan antisipasi yang dilakukan itu dari sekarang kita mencegah jangan sampai virus ini masuk jadi cegah dan tangkal virus Corona ini. Kita punya protokol di bidang kesehatan, ada protokol kesehatan mulai dari aspek yang sederhana cara hidup bersih cuci tangan, menjaga jarak sosial, nah pada RT/RW juga harus berpedoman apa yang dikeluarkan pemerintah melalui gugus tugas COVID-19," tuturnya.